Jembatan Faer Ambruk, Inilah Harapan Masyarakat

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Malra – Jembatan layang penghubung Dusun Faer dan Kota Kabupaten Maluku Tenggara ambruk pada Selasa 14 Januari 2020 lalu, akibatnya akses transportasi dari Dusun Faer ke kota kabupaten menjadi terhambat.

Kontraktor dalam keterangannya menyatakan bahwa hal itu diakibatkan kurangnya material waerope dan tali sling penahan jembatan. Karena material-material tersebut harus dipesan dari Pulau Jawa maka sambil menanti pesanan mereka bekerja menggunakan material seadanya.

Baca Juga

“Kami masih menunggu pesanan waerope jadi untuk sementara kami gunakan tali sling untuk menahan agar pekerjaan bisa jalan,” ujar kontraktor kepada wartawan.

Pihak kontraktor dan pengawasan proyek telah bekerja maksimal dengan material seadanya agar proyek tersebut berjalan sesuai waktu yang ditentukan.

“Tetapi apa boleh buat, kalau musiba datang siapan pun orangnya tidak bisa menghalangi. Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat Malra dan Kota Tual harus memberikan dukungan bagi pihak kontraktor dan pengawas agar bisa memperbaiki kembali Jembatan ini,” kata Budi Rahayaan kepada media ini, Jumat 17 Januari 2020.

Rahayaan berharap, pihak Dinas PU Provinsi dapat membatu agar masalah ini dapat terselesaikan demi menunjang akses transportasi bagi warga Dusun Faer dan sekitarnya. Sedangkan bagi Pemerintah Daerah agar dapat membatu masyarakat dengan memberikan bantuan alat transportasi laut.

“Saya minta kepada PPK PU provinsi, bagian jalan dan jembatan untuk bisa membatu pihak kontrsktor dan pengawas, dalam hal menamba kontrak kerja 6 bulan lagi. Juga buat Pemda maupun Pemerintah Kota agar bisa memberikan bantuan transportasi laut buat masyarakat faer untuk mempermudah aktivitas mereka sambil menunggu jembatan ini selesai,” katanya.

Reporter: Marcel Kalkoy

Disarankan untuk Anda