SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kampung Gellengnge, Kecamatan Ma’rang, Selasa (3/6/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi lahan pertanian seluas 50 hektare yang terendam banjir setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Komisi II DPRD Pangkep, HM Lutfi Hanafi, memimpin langsung rombongan anggota dewan dalam kunjungan tersebut.
Di tengah genangan air yang masih menyelimuti sebagian area sawah, para wakil rakyat berdialog dengan petani yang terdampak.
Dalam pertemuan itu, sejumlah petani mengeluhkan buruknya sistem drainase dan irigasi yang memperparah dampak banjir. Menurut mereka, curah hujan tinggi memang menjadi pemicu, namun ketiadaan saluran air yang memadai menyebabkan air justru menggenangi lahan produktif.
“Sebenarnya lahan ini bisa menghasilkan ribuan ton beras kalau tidak tergenang. Tapi sekarang semuanya gagal panen. Kami kehilangan mata pencaharian,” ujar seorang petani setempat kepada anggota dewan.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Pangkep menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk segera membenahi infrastruktur irigasi dan drainase. Ini bukan hanya soal kerugian petani, tapi juga menyangkut ketahanan pangan di daerah,” kata Lutfi.
Selain itu, Komisi II juga tengah menyusun rencana usulan bantuan bagi petani terdampak, termasuk penyediaan bibit padi, pupuk, dan dukungan teknis lainnya untuk mendukung pemulihan pascabanjir.
Langkah proaktif ini mendapat sambutan positif dari warga. Para petani berharap, perhatian yang diberikan tidak hanya berhenti pada kunjungan, tetapi diikuti aksi nyata di lapangan.
Kondisi lahan pertanian yang tergenang di Desa Kampung Gellengnge menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur pertanian yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah didorong untuk merespons dengan cepat demi menjamin keberlangsungan produksi pangan lokal di Kabupaten Pangkep.


Tinggalkan Balasan