SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Ratusan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Turatea (KPMT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jeneponto, Senin (10/3/2025).

Mereka menyoroti buruknya pengelolaan Pasar Karisa yang dinilai tidak tertata dengan baik.

“Pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pasar tidak becus dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ketua KPMT yang sekaligus bertindak sebagai Jenderal Lapangan, Robi Sugara, dalam orasinya.

Selain itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi sorotan dalam aksi ini, di antaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Satpol PP dan Damkar.

“Kami meminta pemerintah menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang membangun lapak secara liar di dalam dan di luar pasar hingga menyebabkan kemacetan,” tegas Robi Sugara.

Mereka juga mendesak Kepala Dinas Perhubungan untuk segera melakukan rekayasa lalu lintas guna menciptakan arus kendaraan yang lebih teratur serta menyediakan area parkir khusus bagi pengunjung pasar.

Tak hanya itu, KPMT juga meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk lebih serius dalam menangani persoalan sampah di kawasan Pasar Karisa.

Sementara itu, Satpol PP didesak agar bertindak tegas terhadap PKL yang membandel dan tidak mematuhi aturan.

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa diterima oleh Asisten II Bupati, Kasatpol PP, serta perwakilan dari Disperdagin. Namun, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan tidak tampak hadir.

Setelah berdialog, KPMT dan pihak Pemda akhirnya sepakat untuk meninjau langsung kondisi Pasar Karisa dan akan menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait guna menertibkan kembali area pasar.

Menutup aksinya, Ketua KPMT Robi Sugara menegaskan bahwa pihaknya akan mempelajari regulasi terkait pengelolaan pasar.

Ia juga berjanji akan melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) kepada aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan adanya praktik tersebut di kalangan pedagang.