Edo Futwembun: Sebagai Kuasa Hukum, Jangan Beropini Membohongi Publik

  • Whatsapp
Edo Futwembun

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Kuasa hukum Thom Charles Jhon Tanago, Edoardus Futwembun, SH, menyesali sikap kuasa hukum Fredek Batlayeri, Yusuf Siletty, SH, yang seolah-olah beropini ke publik bahwa, kliennya tidak melakukan tindakan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Charles Tanago.

Ia mengatakan, sebagai kuasa hukum, alangkah baiknya berargumen di pengadilan dan bukan membuat opini ke publik, seolah-oleh publik adalah lembaga pengadilan bagi sebuah proses hukum.

Baca Juga

“Janganlah buat opini yang seolah-olah membodohi masyarakat Tanimbar dengan membuat statemen di media seolah-olah kliennya benar. Publik bukanlah lembaga pengadilan yang menilai statemen seorang kuasa hukum. Nah, untuk itu sebagai kuasa hukum, nanti kita buat argumen pembelaan di pengadilan, bukan di publik seperti ini,” kata Futwembun kepada media Simpul Rakyat, Selasa (13/8/2019) kemarin.

Futwembun menambahkan, pihak kepolisian tidak sembarangan menetapkan seseorang bersalah jika tidak didasari alat bukti yang cukup. Melihat dari bukti-bukti penganiayaan yang dilakukan Fredek Batlayeri Cs, dan telah memenuhi unsur maka kepolisian menetapkan pasal penganiayaan dalam kasus tersebut.

“Polisi menilai dari alat bukti yang ada, salah satunya adalah bukti visum dokter, maka mereka menetapkan pasal penganiayaan itu. Kalau mau membela kliennya, silahkan di pengadilan, bukan berbicara ke publik seolah-olah kliennya tidak melakukan perbuatan itu. Jangan buat pernyataan yang kontradiksi. Silahkan nanti di pengadilan supaya hakim menilai benar atau salah,” sambung Futwembun.

Sebelumnya, Yusuf Siletty, SH, selaku kuasa hukum Fredek Batlayeri, memberikan pernyataan lewat media masa bahwa, kliennya sama sekali tidak melalukan tindakan penganiayaan terhadan Charles Tanago.

“Dia menuduh klien saya yang memukul. Padahal klien saya ada di dalam ruangan dan tidak tahu kalau ada kejadian di luar,” ujar Yusuf Siletty seperti yang dimuat di media lelemuku.com edisi 08 Agustus 2019.

Pernyataan di atas dibantah juga oleh Charles Tanago selaku korban kasus pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

Ia mengatakan yang melakukan pemukulan duluan ke wajahnya adalah Fredek Batlayeri selaku Sekretaris BKDSDM Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebelum yang lainnya memukul.

“Dia (Fredek Batlayeri) yang pukul duluan baru yang lain. Nanti kita buktikan saja di pengadilan yaa,” ujar Charles Tanago.

Diketahuai bahwa, Thom Charles Jhon Tanago (Charles Tanago), seorang Aktivis Lingkungan Hidup dikeroyok dan dianiaya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Rabu, 07 Agustus 2019, sekira pukul 10.00 WIT.

Kini, kasus tersebut telah ditangani pihak Polres Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Reporter: Marcel Kalkoy

 

Berita Menarik Lainnya