Diduga Aniaya Wartawannya, Pemred NR Lapor Kadis Perikanan ke Polres Tanimbar

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Bandung – Pemimpin Redaksi (Pemred) media Nuansarealitanews.com, Tony Maulana, melaporkan Kepala Dinas Perikanan Pemkab Kepulauan Tanimbar, Pede Batlayeri, ke Polres Tanimbar atas dugaan tindak kekerasan (pengeroyokan dan penganiayaan) terhadap wartawan Nuansa Realita (Kabiro) Tanimbar, Blasius Naryemin, pekan lalu.

Toni mengatakan, laporan tersebut merupakan laporan resmi dari redaksi ke Polres Kepulauan Tanimbar guna meminta mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga

“Ya, itu laporan resmi dari media NR. Kami berharap Polres Kepulauan Tanimbar segera usut tuntas kasus kekerasan yang dialami wartawan kami,” kata Tony di Bandung, Selasa (27/4).

Toni menjelaskan, tindakan kekeran tersebut terjadi disaat wartawan NR (BN) sedang melaksanakan tugas kewartawanannya, sehingga wajib mendapat perlindungan hukum sesuai Undang-Undang Pers.

“Kejadian itu kan saudara Kabiro sedang dalam tugasnya sehingga wajib mendapat perlindungan hukum sesuai pasal 8 undang-undang 40 tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya.

Selain itu, karena tindakannya, Pede Batlayeri dinilai telah menghalang-halangi tugas jurnalistik, sehingga tentu telah melanggar ketentuan pidana sesuai bunyi pasal 18 ayat (1) UU 40 Tahun 1999 tentang Pers;

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)”.

Olehnya itu, masalah kekerasan terhadap wartawan Nuansa Realita di Tanimbar akan dipantau dan dikawal terus prosesnya hingga tuntas.

“Tentu terhadap masalah ini kita akan kawal terus, bahkan kami berencana akan surati pak Kapolri dan pak Kapolda Maluku untuk diketahui. Ya, semoga tidak ada hambatan,” tutur Tony.

Berita Menarik Lainnya