SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Selama ini publik hanya disuguhkan informasi yang berkaitan dengan politik, hukum, pemerintahan, korupsi di birokrasi, masalah anggaran daerah dan sebagainya. Karena itu, perhatian publik lebih kepada masalah – masalah tersebut.

Namun di sisi lain, ada berbagai peristiwa sosial yang luput dari pandangan publik, dimana salah seorang anggota DPRD Tanimbar rela membantu warga kurang mampu dari gaji dan tunjangannya.

Ya, dia adalah Ambrosius Rahanwaty (Ampi Rahanwaty), anggota DPRD Tanimbar periode 2019 – 2024 dari fraksi Nasdem.

Ampi Rahanwaty berasal dari desa Adodo, Kecamatan Molu Maru. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, sedangkan orang tuanya berprofesi sebagai petani.

Anggota DPRD satu ini dikenal masyarakat banyak karena suka menolong mereka yang terkendala masalah ekonomi. Seperti membayar biaya rumah sakit warga kurang mampu, membantu melunasi biaya administrasi pasien meninggal dunia di rumah sakit, bahkan mengurus jenazah hingga diantar pulang ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Membiayai operasi seorang ibu yang janinnya telah meninggal di dalam kandungan, memberikan bantuan semen untuk pembangunan rumah – rumah ibadah, membangun gedung – gedung pemuda di desa – desa, memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa dan lain sebagainya.

Bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat tersebut dilakukannya secara suka rela dan ikhlas, bukan pencitraan. Menurut Ampi, sebagai anggota dewan ia berkewajiban membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Masyarakat biasanya telepon atau SMS, katanya tidak ada uang untuk bayar biaya rumah sakit. Ya, saya bantu selesaikan. Kadang juga ada yang langsung ke rumah untuk minta tolong. Kasihan mereka dari kampung tidak punya uang, tidak punya BPJS, kebetulan saya ada gaji, ya bantu saja. Siapa suruh jadi anggota dewan, kalau ada mayarakat susah kita harus bantu, toh jabatan ini Tuhan yang kasih, jadi tugas saya bantu mereka yang membutuhkan,” tutur Ampi dalam sebuah kesempatan wawancara.

Memang sejak dilantik menjadi anggota DPRD 2019 lalu, Ampi Rahanwaty sudah berniat akan membantu warga kurang mampu dari penghasilannya. Niat itulah kemudian divisualisasikan lewat tindakan nyata selama ini meski kegiatannya hampir tidak pernah terpublikasi di media.

Sudah puluhan warga yang ia bantu dari berbagai kecamatan, seperti warga Kecamatan Wuarlabobar, Molu Maru, Tanut, Yaru, Kormomolin, Nirunmas dan bahkan Kecamatan Selaru.

Kata Ampi, ia tidak pernah membeda – bedakan warga dari kecamatan mana ataupun dari dapil mana. Selama yang meminta bantuan adalah masyarakat Tanimbar, ia pasti bantu.

“Saya tidak pernah membedakan dia itu dari kecamatan mana atau dapil mana, ketika ada masyarakat minta tolong, saya tetap bantu,” tuturnya.

Ampi Rahanwaty membantu masyarakat Molu Maru membuat lima kuburan di TPU Saumlaki. (Foto: Marcel/SimpulRakyat.co.id).

Beberapa hari lalu, Ampi Rahanwaty baru saja membantu masyarakat Molu Maru membuat lima kuburan di TPU Saumlaki. Ada 5 jenazah warga Molo Maru yang tidak sempat diantar pulang ke kampung dan akhirnya dikubur di TPU Saumlaki.

“Keluarga tidak bisa antar pulang ke kampung jadi dikubur disini saja. Dari lima jenazah itu dua diantarnya anak kecil. Saya bantu urus transport pulang pergi (PP) untuk keluarga, makan minum selama di Saumlaki dan biaya pembuatan kuburan masing – masing,” kata Ampi.

Rupanya selama ini masih ada sosok anggota DPRD yang memiliki rasa empati tinggi terhadap kesulitan – kesulitan yang dialami masyarakat Tanimbar. Padahal biasanya yang kita jumpai adalah anggota dewan yang suka bersandiwara, bermuka dua demi status dan posisinya.

Lihat saja, jika mereka memberikan bantuan kepada masyarakat, yang pertama dilakukan adalah men-share kegiatan tersebut di medsos agar viral. Hal itu sebenarnya demi mendapatkan pujian semata. Kegiatannyapun biasanya dilakukan di moment – moment tertentu, misalnya mendekati musim pemilu supaya memberi kesan kalau mereka peduli terhadap masyarakat miskin. Gaya politik ini sudah bukan rahasia umum lagi di Tanimbar.

Berbeda dengan Ampi Rahanwaty, ia membantu warga tanpa ada maksud terselubung. Selama ini kegiatan sosial yang dilakukannya selalu senyap, tak pernah gembar gembor di medsos ataupun media masa. Kata dia, selama yang ditabur adalah kebaikan, pasti akan tuai kebaikan pula. Begitupun sebaliknya.

Sosok Ampi Rahanwaty seharusnya menjadi contoh bagi seluruh anggota dewan lain di Tanimbar, yaitu menjadi saluran berkat bagi orang lain. Memberi dengan tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri.