SimpulRakyat.co.id, Makassar – Persoalan uang Rp 1,5 juta berujung petaka di sebuah rumah di Jalan Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (24/10/2026) lalu.
Seorang pemuda berinisial AG (24) diduga melampiaskan kemarahannya dengan membakar sofa di ruang tamu rumah ibunya sendiri.
Api yang membakar sofa itu nyaris merembet dan melalap rumah. Situasi semakin memanas ketika pemuda tersebut diduga merusak kaca rumah dengan melemparkan batu.
Sang ibu, berinisial SY, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.
Laporan itu menjadi awal terungkapnya dugaan pembakaran dan perusakan yang dilakukan AG di rumahnya sendiri.
Kasi Humas Polsek Mamajang, Aipda Muhammad Ilham, mengatakan, persoalan bermula ketika AG meminta uang sebesar Rp 1,5 juta kepada ibunya. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.
“Kasus ini bermula ketika terlapor meminta uang sebesar Rp 1,5 juta kepada pelapor, tetapi permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi,” kata Ilham saat dikonfirmasi awak media, Selasa (27/10/2026).
Penolakan itu diduga memicu kemarahan AG. Ia bahkan disebut sempat mengancam ibunya sebelum melakukan tindakan yang berujung pada kerusakan di rumah tersebut.
“Pelaku diduga membakar sofa milik korban yang berada di ruang tamu, kemudian memecahkan kaca rumah dengan cara melemparkan batu,” ungkap Ilham.
Dari hasil pemeriksaan awal, AG mengakui perbuatannya. Kepada polisi, ia mengaku sempat dijanjikan uang Rp 1,5 juta oleh orang tuanya.
Namun, ketika uang yang diharapkan itu tidak diberikan, AG mengaku marah. Ia kemudian membakar sofa di rumah ibunya sebelum meninggalkan lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, aparat Polsek Mamajang mengamankan AG untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami keterangan pelaku dan latar belakang peristiwa yang dilaporkan oleh ibu kandungnya tersebut.
Persoalan uang yang semula menjadi pemicu perselisihan itu kini berujung pada dugaan tindak pidana pembakaran dan perusakan. Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung keluarga justru menjadi lokasi terjadinya insiden tersebut. (*)


Tinggalkan Balasan