SimpulRakyat.co.id, Pangkep – PT Semen Tonasa terus memperkuat budaya inovasi yang berorientasi pada penciptaan nilai bisnis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Leaders Cafe bertajuk “From Ideas to Impact: Turning Innovation into Business Value” yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kamis (10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, Andriano Hosny Panangian, dan Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, serta diikuti jajaran direksi, manajemen, direksi perusahaan afiliasi, dan jajaran Band 1, 2, serta 3 PT Semen Tonasa.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menegaskan bahwa tidak semua ide dapat berkembang menjadi inovasi, dan tidak semua inovasi menghasilkan nilai bisnis. Inovasi yang memberikan manfaat bisnis harus selaras dengan strategi perusahaan, memiliki pertimbangan biaya dan manfaat yang rasional, serta mampu menyelesaikan permasalahan nyata perusahaan.
Ia juga mendorong perubahan paradigma budaya inovasi, dari yang selama ini cenderung berorientasi pada kuantitas menuju kualitas dan dampak yang terukur. Menurutnya, inovasi harus diarahkan untuk menjawab tantangan bisnis, bukan sekadar memenuhi target administratif tahunan.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.
Ia menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi industri semen, mulai dari fluktuasi energi, kompleksitas logistik, tuntutan pengurangan emisi karbon, hingga kondisi kelebihan pasokan di pasar. Karena itu, efisiensi operasional perlu diimbangi dengan transformasi inovasi yang lebih berorientasi pada kebutuhan pasar.
Menurutnya, SIG memiliki dua keunggulan kompetitif utama, yaitu jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia serta struktur keuangan yang kuat. Kedua hal tersebut menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis pasar dan menciptakan nilai bisnis yang lebih besar.
Pada sesi berikutnya, Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menegaskan bahwa inovasi selalu berawal dari manusia. Ia memperkenalkan siklus inovasi melalui tiga tahapan, yaitu tantangan, penciptaan, dan penggabungan, yang menekankan pentingnya keberanian menantang kebiasaan, menciptakan gagasan, serta mengembangkan inovasi agar memberikan dampak lebih luas bagi perusahaan.
Hadi juga memaparkan capaian inovasi SIG sepanjang 2026. Dari 1.191 ide yang masuk, sebanyak 52 persen berhasil diimplementasikan menjadi inovasi dengan nilai bisnis mencapai Rp308 miliar, melalui peningkatan pendapatan maupun penghematan biaya operasional perusahaan.
Hadi menekankan pentingnya membangun sikap ingin tahu, keberanian, dan tanggung jawab pada setiap karyawan. Di sisi lain, pemimpin harus berperan sebagai pendorong yang memberikan ruang bagi lahirnya ide, mendorong kerja sama antar unit kerja, serta memastikan inovasi menghasilkan dampak bisnis yang nyata.
Semangat “From Ideas to Impact” menjadi pengingat bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya ide yang dihasilkan, tetapi dari kemampuan mewujudkannya menjadi dampak nyata dan nilai bisnis yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan