SimpulRakyat.co.id, Makassar – Suasana hangat penuh apresiasi mewarnai World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 yang digelar di Wina, Austria. Dalam forum bergengsi tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tampil sebagai salah satu pembicara utama dan berhasil mencuri perhatian delegasi internasional.
Munafri memaparkan berbagai inisiatif dan pendekatan kolaboratif Kota Makassar dalam membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan. Presentasi itu mendapat sambutan istimewa dari para peserta, termasuk Minister of State for Trade and Industry and Culture, Community and Youth Singapura, Low Yen Ling.
“Di hari terakhir forum, Minister Low Yen Ling bahkan dua kali secara khusus memberikan Koin Peringatan 100 Tahun Kelahiran Lee Kuan Yew kepada Pak Wali Kota, sebagai bentuk apresiasi atas presentasinya yang sangat inspiratif,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr Muhammad Roem, Jumat (20/6/2025).
Forum tahunan ini menjadi ajang pertemuan para pemimpin kota dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dalam mengelola tantangan urbanisasi global. Dalam suasana yang juga mengenang warisan kepemimpinan Lee Kuan Yew, kehadiran Munafri membawa perspektif baru dari Indonesia bagian timur yang sedang berkembang.
Koin peringatan yang diberikan kepada Munafri merupakan simbol penghargaan yang diterbitkan oleh Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) pada 15 Mei 2023. Koin bernilai nominal 10 dolar Singapura itu didesain oleh seniman lokal Weng Ziyan, menggambarkan perjalanan Singapura di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew yang berhasil mengubah negara kecil itu menjadi salah satu pusat bisnis dan keuangan dunia.
“Peringatan ini bukan sekadar simbol sejarah, tapi juga pengingat akan pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun kota yang tangguh,” ujar Munafri dalam keterangannya. Ia menambahkan, semangat inovasi dan keberanian Lee Kuan Yew menjadi inspirasi bagi Makassar dalam menghadapi tantangan urban masa kini.
Dalam forum tersebut, dibahas pula berbagai inisiatif transformasi perkotaan dari sejumlah kota besar di dunia. Kehadiran Kota Makassar dinilai menambah warna dalam diskursus global, terutama terkait pendekatan kolaboratif di tengah keterbatasan sumber daya.
Munafri menegaskan bahwa Makassar terus belajar dan beradaptasi, termasuk dengan mengadopsi praktik-praktik baik dari kota-kota yang lebih dahulu maju. “Kami ingin Makassar tumbuh sebagai kota yang terbuka, tangguh, dan berpihak pada warganya,” katanya.
World Cities Summit Mayors Forum 2025 di Wina menandai penguatan jejaring antarkota dunia dalam merespons isu-isu global seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, dan inklusi sosial. Di forum inilah, suara dari Timur Indonesia mendapat ruang dan sorotan yang tak sedikit.


Tinggalkan Balasan