SimpulRakyat.co.id, Luwu Timur – Seorang pria berusia 59 tahun, Sarjo, ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di kebun Desa Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat (9/8/2024).
Sebelumnya, Sarjo dilaporkan hilang sejak Senin (5/8) setelah berpamitan dengan menantunya.
Menurut Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Muhammad Taufik, Sarjo terakhir kali diketahui hendak pergi ke Tomoni tetapi tidak kunjung kembali.
“Korban ditemukan tewas tergantung di kebun,” ungkap Bripka Muhammad Taufik kepada awak media, Sabtu (10/8/2024).
Lanjut dikatakan, korban sempat pamit ke menantunya 4 hari yang lalu sejak Senin (5/8).
“Dia bilang mau ke Tomoni, tapi tak kunjung pulang, hingga akhirnya ditemukan oleh warga sudah tewas tergantung,” tambah Muhammad Taufik.
Korban pertama kali ditemukan oleh Paimen, seorang petani berusia 60 tahun.
Paimen, yang awalnya mengira sosok yang dilihatnya hanyalah boneka, akhirnya memutuskan untuk memeriksa lebih lanjut setelah melihat kondisi yang sama saat kembali ke kebun pada sore hari.
Paimen bersama anaknya, Aprianto, mengidentifikasi korban berdasarkan motor dan pakaian yang dikenakan.
Sarjo ditemukan tergantung dengan tali nilon sepanjang 2,5 meter yang terikat di pohon.
Kapolsek Mangkutana, AKP Simon Sittu, bersama tim kepolisian dan tenaga medis dari Puskesmas Mangkutana segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan awal, kata AKP Simon Sittu, menunjukkan bahwa Sarjo diduga melakukan bunuh diri.
“Setelah tim melakukan olah TKP, korban diduga melakukan bunuh diri,” sebut Taufik.
Kendati demikian, keluarga korban menolak dilakukan autopsi, sehingga jenazah Sarjo langsung disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di TPU Desa Sindu Agung.


Tinggalkan Balasan