SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Momentum pelantikan 35 anggota DPRD Pangkep diwarnai aksi demonstrasi oleh Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (Himalaya).
Aksi unjuk rasa ini berlangsung di depan pagar gedung DPRD Pangkep, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (28/8/2024).
Jenderal Lapangan, Wahyudi mengatakan, aksi kali ini pihaknya menyuarakan empat pokok permasalahan yang ada di Kecamatan Liukang Tangaya, yakni kesehatan, pendidikan, bantuan sosial (Bansos) dan infrastruktur.
“Persoalan kesehatan, Rumah Sakit Pratama Sailus tidak dapat dirasakan pelayanannya di masyarakat,” kata Wahyudi saat dikonfirmasi Simpul Rakyat di lokasi aksi unjuk rasa.
Kendati demikian, Wahyudi tak menampik, RS Pratama Sailus tersebut telah beroperasi, namun kekurangan tenaga kesehatan.
“Rumah Sakit Pratama Sailus sudah berfungsi, namun tenaga kesehatan di sana tidak ada dokter dan tidak lengkapnya alat kesehatan di rumah sakit tersebut,” ujar dia.
Baca Juga: RS Pratama Sailus Tak Bisa Diandalkan Warga, Kadis Kesehatan Pangkep: Minim Nakes
Selanjutnya, Wahyudi menyoroti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), menurut dia, takaran beras yang diterima warga Kelurahan Sapuka dan Desa Sailus, tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan.
“Pada tahun 2023 lalu, isi beras bantuan di karung hanya 7 Kg, padahal yang tertulis di karung tersebut adalah 10 Kg,” ungkap dia.
Selain itu, pihaknya juga mensinyalir adanya dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2023 di Kecamatan Liukang Tangaya.
“Terdapat nama-nama siswa SD dan SMP yang terdaftar menerima PIP Kemendikbud di Kecamatan Liukang Tangaya, setelah kami investigasi dan meminta informasi dari orang tua siswa, mereka mengaku tidak menerima bantuan tersebut,” beber Wahyudi.
Terakhir, Himalaya meminta 35 anggota DPRD Pangkep terpilih untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Liukang Tangaya.


Tinggalkan Balasan