SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Warga Desa Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, belum lama ini melakukan aksi protes, menuntut Bupati Pangkep, Dr Muhammad Yusran Lalogau (MYL), segera mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Pratama Sailus.

Pada aksi itu, warga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Mendesak Pemerintah, Bupati Pangkep segera mengoperasikan RS Pratama Sailus”.

Diketahui, RS Pratama Sailus yang diresmikan Bupati MYL pada 15 Mei 2023 lalu, hingga saat ini tak dapat diandalkan warga untuk pelayanan kesehatan, sebab kekurangan tenaga dokter dan keterbatasan fasilitas medis.

Aktivis kelahiran Desa Sailus, Wahyudi, membenarkan kondisi tersebut. Dia mengungkapkan, kerap menyaksikan warga dirujuk ke RS yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) demi mendapat penanganan medis.

“Tidak hanya persoalan kondisi rumah sakit yang dikecewakan oleh warga desa, namun yang disesalkan pula adalah  warga kepulauan harus selalu dirujuk ke NTB untuk melakukan pengobatan, sebab rumah sakit yang pernah diresmikan bupati itu tidak berguna bagi yang membutuhkan pengobatan,” ungkap Wahyudi ke media ini, Minggu (4/8/2024) kemarin.

Pengurus Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (Himalaya) Kabupaten Pangkep ini, juga mengungkapkan, rumah sakit yang dibangun dengan biaya mencapai Rp41 miliar itu, tidak bisa diandalkan oleh warga untuk berobat.

“Saya menyayangkan atas kondisi rumah sakit yang telah dibangun dengan anggaran Rp41 miliar itu tidak mampu melakukan pelayanan pengobatan untuk warga kepulauan,” kesal dia.

“Beberapa warga ketika ingin berobat harus menanggung biaya BBM (bahan bakar minyak) untuk ke kota, dan lebih parahnya lagi, sudah beberapa pasien meninggal di atas kapal dalam perjalanan ke NTB untuk berobat,” pungkas Wahyudi.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau meresmikan RS Pratama Sailus, Senin (15/5/2023). (Foto: Ist).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkep, Hj Herlina, mengatakan RS Pratama Sailus telah beroperasi melayani warga kepulauan.

“RS Pratama Sailus sudah beroperasi,” kata Herlina saat dikonfirmasi media ini, Senin (5/8/2024).

Kendati demikian, Herlina tak menampik, rumah sakit tersebut kekurangan tenaga kesehatan (Nakes).

“Hanya saja petugasnya (Nakes-red) masih sangat minim, kami sudah memohon ke Dinkes Provinsi dan Dirjen Nakes Kementerian Kesehatan terkait tambahan tenaga kesehatan, namun belum ada solusi,” tambah dia.

Herlina juga menjelaskan, pihak Pemkab Pangkep terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga medis rumah sakit tersebut.

“Pemda membuka pendaftaran Dokter untuk ditugaskan di sana, namun belum ada peminat tahun 2023. Tahun ini 2024 kembali dibuka, semoga tahun ini ada peminat,” kata dia.

“Saat kami konsultasi ke Dirjen Nakes, disarankan agar menarik dokter dari Puskesmas, namun hal itu belum dapat kami lakukan berhubung tenaga dokter di Puskesmas juga sangat terbatas,” pungkas Kadis Kesehatan Pangkep ini. (FW)