SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menghadiri peresmian perumahan yang dibangun menggunakan teknologi Bata Interlock Presisi (BIP) di kawasan Perumahan Sunrise City Maros, Sabtu (03/10/2026).

Turut hadir Tri Wijaya, Direktur Utama PT Nusantara Land Development; Opa Aras, Pemilik Bumi Tirta Nusantara Grup sekaligus Senior Kehormatan REI Sulsel; H. Badris, Pemilik PT Bumi Pundi Karsa; Adi Akmal, Senior Manager Derivatif & Penjualan Non-Semen SIG; Hardiman, Senior Manager Komunikasi & Sekretariat PT Semen Tonasa; Abdul Fatah, PT Varia Usaha Beton; serta H. Danil, Kepala Desa Tellumpoccoe.

Dalam sambutannya, Anis menjelaskan penamaan Bata Interlock Presisi bukan tanpa alasan. Produk ini diklaim sebagai salah satu yang paling presisi di Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini peresmian rumah BIP. Disebut Bata Interlock Presisi karena mungkin ini bukan satu-satunya produk di Indonesia, tetapi mungkin satu-satunya yang sangat presisi,” ujar Anis.

Perumahan ini menjadi salah satu yang pertama di Sulawesi Selatan menerapkan teknologi tersebut. Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan pengerjaan. Rumah yang biasanya membutuhkan waktu empat hingga lima bulan, dengan BIP dapat diselesaikan paling lama satu bulan.

“Kalau biasanya membangun satu rumah butuh 4–5 bulan, dengan BIP dan tenaga kerja yang terlatih, Insya Allah maksimal satu bulan,” katanya.

Efisiensi waktu tersebut turut menekan biaya tenaga kerja yang merupakan komponen terbesar dalam pembangunan rumah, sehingga hunian bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau biaya tukang bisa dipangkas lebih dari 50 persen, kami ikut membantu masyarakat memiliki rumah,” jelasnya.

Pengembangan BIP ini merupakan bagian dari komitmen Semen Indonesia Group menghadirkan solusi konstruksi yang menjawab kebutuhan hunian. PT Semen Tonasa berperan menyediakan material semen untuk wilayah Indonesia Timur, bekerja sama dengan mitra unit usaha beton sebagai produsen bata.

Sementara itu, Direktur Utama PT Nusantara Land Development, Tri Wijaya, menyebut desain hunian terinspirasi dari arsitektur modern Eropa.

“Modelnya mirip rumah-rumah eksklusif di Milano, Eropa. Kami bangga menjadi yang pertama di Sulsel menerapkan BIP SIG,” ujarnya.

Maros dipilih karena lokasinya strategis, dekat dengan Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, serta berkembang sebagai kota penyangga.

Tri juga mengungkapkan pihaknya merencanakan penerapan teknologi yang sama untuk perumahan subsidi pada proyek berikutnya, agar manfaat efisiensi harga dapat dirasakan lebih luas.