SimpulRakyat.co.id, Makassar – Komandan Batalyon Infanteri 700/Wira Yudha Sakti Kodam XIV/Hasanuddin, Letkol Infanteri Iwan Sunaria, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam kericuhan di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar (25/04/2026).

Dalam keterangan persnya, Iwan Sunaria menegaskan bahwa pria yang terlihat dalam video tersebut bukan merupakan anggota dari satuan yang dipimpinnya. Pihaknya telah melakukan penelusuran dan menghadirkan yang bersangkutan untuk meluruskan fakta kepada publik.

“Saya tegaskan bahwa personel yang dimaksud dalam video tersebut bukan anggota kami. Saat ini yang bersangkutan sudah bersama kami untuk menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya,” ujar Iwan.

Sementara itu, pria yang diketahui bernama Suhaib (21 tahun) menjelaskan duduk perkaranya. Ia mengaku awalnya berada di Mall Nipah untuk menonton konser musik. Karena acara belum dimulai, ia melihat adanya kerumunan massa di depan kampus UMI dan memutuskan mendatangi lokasi hanya untuk mengetahui situasi.

Suhaib mengaku sempat masuk ke area gerbang kampus dan akhirnya dihentikan oleh aparat kepolisian yang meminta identitas dirinya.

“Saya sudah memberikan identitas asli, tapi diminta mengaku sebagai anggota TNI. Saya tegaskan saya bukan anggota TNI,” ungkapnya.

Dalam klarifikasinya, Suhaib membeberkan bahwa atribut yang dipakainya berupa kaos bertuliskan Rider yang ia beli secara daring melalui aplikasi Shopee dengan harga sekitar Rp113.000.

Menurutnya, penggunaan kaos tersebut murni karena rasa simpatik dan kecintaan pribadi terhadap TNI Angkatan Darat, bukan bermaksud menyamar atau mengaku-ngaku sebagai anggota militer. Ia juga menegaskan bahwa pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai petugas keamanan (security) di salah satu perumahan, bukan personel militer.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar serta mencegah kesalahpahaman yang berpotensi merugikan institusi TNI maupun individu terkait. Yonif 700/Wira Yudha Sakti juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.