SimpulRakyat.co.id, Makassar – Warga RT 003 RW 008 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menggagas pembentukan Badan Usaha Milik RT (BUMRT) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Rencana pembentukan badan usaha yang diberi nama BumiTa itu dibahas dalam rapat warga yang digelar pada Minggu (20/7/2025) sore.

Rapat dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta sejumlah warga yang antusias mendukung inisiatif tersebut.

Ketua RT 003 RW 008, Ardi Arsyad, mengatakan bahwa BumiTa diharapkan menjadi wadah kolektif untuk mengelola potensi ekonomi warga secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui BumiTa, kami ingin menciptakan peluang usaha yang bisa digerakkan bersama. Ini tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kemandirian warga,” ujar Ardi.

Dalam forum tersebut, warga mengusulkan beberapa jenis usaha yang akan dijalankan, antara lain toko kelontong, sembako, barbershop, jasa laundry, serta usaha kreatif lainnya. Usaha-usaha tersebut dinilai dapat menjawab kebutuhan harian sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Ardi menambahkan, pihaknya juga berencana mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi warga agar pengelolaan usaha berjalan lebih profesional.

“Usaha ini memang berskala RT, tetapi dampaknya bisa dirasakan secara luas. Kami ingin warga memiliki keterampilan dan rasa percaya diri dalam mengelola usaha,” katanya.

Salah satu fokus utama dari pembentukan BumiTa adalah pemberdayaan masyarakat kecil. BUMRT ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lingkungan sekaligus memperkuat daya tahan warga dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Ardi juga menyampaikan harapannya agar pemerintah kota maupun pihak swasta dapat memberi dukungan terhadap inisiatif warga tersebut.

“BumiTa akan lebih kuat jika ada kolaborasi lintas pihak. Kami berharap ada pendampingan, pelatihan, atau bahkan bantuan permodalan dari instansi terkait,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam menjalankan usaha ini.

“Tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua orang. Butuh kebersamaan, kesediaan berbagi peran, dan saling mendukung agar BumiTa ini berhasil,” tegas Ardi.

Melalui inisiatif ini, warga RT 003 RW 008 berharap dapat menjadi contoh bagaimana sebuah komunitas lokal dapat membangun ketahanan ekonominya sendiri. Ke depan, BumiTa diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi mikro yang bisa direplikasi di wilayah lainnya di Kota Makassar. (*)