SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Maccini Baji menggelar sosialisasi status pengelolaan aset dan pelabuhan umum Maccini Baji.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Kepala Kantor UPP Kelas II Maccini Baji, Johansyah, berlangsung di ruang rapat UPP Kelas II Maccini Baji, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (16/7/2024) kemarin.

“Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada stakeholder dan pengguna jasa terkait status pengelolaan aset dan pelabuhan umum  Maccini Baji yang sebelumnya di bawah Kementerian Perhubungan, telah diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” jelas Johansyah dalam keterangan tertulisnya diterima media ini, Rabu (17/7).

“Selain itu, dalam sosialisasi ini untuk mengetahui kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam mengelola pelabuhan umum Maccini Baji yang diharapkan segera terlaksana dalam waktu dekat,” tambah Johansyah.

Suasana sosialisasi status pengelolaan aset dan pelabuhan umum Maccini Baji. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Kadishub Sulsel), Andi Erwin Terwo, menyampaikan bahwa pengelolaan aset dan pelabuhan umum  Maccini Baji masih membutuhkan pendampingan.

“Masih membutuhkan pendampingan dalam pelimpahan pelayanan pengoperasian pelabuhan,” kata Andi Erwin Terwo.

Sekadar diketahui, sosialisasi dilaksanakan berdasarkan dengan berita acara serah terima personel, pendanaan, sarana dan prasarana, serta dokumen P3D dari Kementerian Perhubungan kepada Provinsi Sulawesi Selatan, perihal telah diserahkannya dokumen BAST P3D 9 (Sembilan) Pelabuhan Pengumpan Regional, salah satunya adalah Pelabuhan Maccini Baji.

Pertemuan ini dihadiri Kadishub Sulsel Andi Erwin Terwo, Sekretaris Dishub Sulsel Sri Wahyuni Nurdin, Kadishub Pangkep Baharuddin, perwakilan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Provinsi Sulsel, PT Semen Tonasa, PT Biringkassi Raya (Keagenan), PT Biringkassi Raya (PBN), PT ASDP, dan PT Mitra Bahagia Utama (Pelra).