SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dua gubuk tidak layak huni milik warga Kampung Bottoe, Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, berharap segera dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah setempat.

Diketahui, pemilik kedua gubuk tersebut adalah Ma’patih (85) dan cucunya Ansar.

Kepada awak media, Ansar mengungkapkan, dirinya sempat dijanji akan mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah desa.

Hanya saja saat itu, kata Ansar, dokumen kependudukan miliknya berupa kartu keluarga (KK) masih tercatat domisili di Manokwari pada tahun 2021 silam.

“Setelah kami urus kartu keluarga sesuai alamat saat ini, kami kecewa karena sampai sekarang pemerintah Desa Pitue  belum ditanggapi sampai saat ini,” kata Ansar, Selasa (2/7).

Diketahui, Ansar bersama istri dan empat anaknya telah tinggal di gubuk itu selama 4 tahun, bahkan pernah tertimpa pohon tumbang.

“Saya dan istri saya tinggal di gubuk ini, ada juga anak empat, kami tinggal bersama di sini, dulu kami hampir meninggal karena ada pohon tumbang dan mengenai gubuk ini,” jelas Ansar.

Saat Tim Forum Jurnalis Pangkep (FJP) mengunjungi kedua gubuk tersebut, Rosmini selaku kakak Ansar berharap Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul Munir tergerak hatinya membantu warga tersebut.

Sementara itu, Muhammad Nasrul Munir, saat dikonfirmasi meminta Ansar untuk bersabar.

“Saat ini, program bedah rumah diprioritaskan kepada warga yang memang sangat membutuhkan, tidak punya penghasilan tetap dan tidak punya pekerjaan (kaum dhuafa),” jelasnya.

Lanjut dikatakan, saat ini Ansar tergolong warga yang memiliki penghasilan, lantaran kerap diberi pekerjaan oleh pemerintah desa.

“Pak Ansar akan tetap dibantu, empat orang anaknya akan disekolahkan dengan bantuan pribadi saya selaku kepala desa. Saya akan belikan kelengkapan sekolah dan belikan baju seragam,” katanya.

“Kalau Puang Patih, sudah pernah dapat bedah rumah dan termasuk penerima PKH serta Bansos dari dinas sosial,” tambah Kades Pitue. (Faried W)