SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Pangkep, Akhiruddin Tola menyayangkan sikap oknum Komisioner KPU Pangkep, Saiful Mujib.
Akhiruddin Tola menilai, sikap Saiful Mujib kepada awak media tidak mencerminkan sebagai pejabat publik selaku penyelenggara Pemilu lantaran dinilai menutup-nutupi peliputan di Gudang Logistik KPU Pangkep.
“Saya rasa ini bentuk arogansi dan upaya menghalangi kerja wartawan, beliau komisioner (Saiful Mujib-red) jangan alergi terhadap kehadiran wartawan, itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik apalagi komisioner KPU yang harusnya bisa terbuka dalam memberikan informasi apalagi itu terkait dengan simulasi itu kan sangat penting sebagai edukasi,” ungkap, Ketua DPD JOIN Kabupaten Pangkep, Akhiruddin Tola kepada awak media di Pangkajene, Sabtu (6/1/2024).
Tindakan itu dinilai tidak terpuji dan terkesan menghalangi kerja wartawan di lapangan saat peliputan agenda KPU yang seharusnya memberitakan terkait simulasi pelipatan kertas suara.
“Saya rasa dia paham kerja-kerja wartawan, karena saya tahu sebelum menjabat komisioner, Saiful Mujib juga merupakan pekerja media dan keluhan yang masuk juga kejadian kemarin bukan pertama kalinya terjadi Beliau terkesan alergi dengan kehadiran wartawan,” pungkasnya.
Olehnya itu, pihaknya meminta Komisioner KPU Pangkep ini, agar menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Terlebih lagi peliputan dibatalkan ketika wartawan terlihat sehingga pemberitaan tidak dapat disiarkan.
“Saya desak beliau untuk minta maaf dan menjelaskan alasan dibalik pelarangan peliputan oleh teman kami,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Saiful Mujib diduga membatalkan agenda simulasi pelipatan kertas suara saat melihat wartawan masuk untuk melakukan tugas peliputan.
“Tadi itu harusnya agendanya simulasi pelipatan surat suara. Begitu semuanya sudah siap dimulai. Tiba-tiba salah seorang komioner maju dan langsung meminta aktivitas simulasi itu dihentikan dengan alasan ada wartawan,” kata salah seorang wartawan dari media nasional, Mia saat hendak meliput di kantor KPU Pangkep, Jumat (5/1/2024).
Sementara itu, Saiful Mujib mengakui menghentikan agenda tersebut lantaran tempatnya yang tidak tepat.
“Benar, bahwa saya berkata, jangan di sini ada wartawan. Kenapa begitu, karena saya menganggap memperagakan cara melipat kertas surat suara dilakukan di tempat yang tidak tepat,” kata Mujib dikutip dari Fajar.
“Rencananya pelipatan kertas surat suara di lantai dua gedung yang kami sewa untuk menyimpan logistik, akan dimulai esok hari, dengan melibatkan sekitar 200 orang petugas,” tambah dia. (**)


Tinggalkan Balasan