SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Salah satu warga Tanimbar, yaitu Christian Tanifan, menganalogikan mantan Bupati Petrus Fatlolon (PF) sebagai “Sel Kanker” yang membawa banyak masalah bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar saat menjabat.

Dalam tulisannya yang telah tersebar di sejumlah grup WhatsApp, Christian Tanifan menjelaskan bahwa “Sel Kanker” yang merusak itu telah membuat masyarakat Tanimbar menderita.

Berikut ungkapan Christian Tanifan di berbagai grup WhatsApp:

“Sel dalam tubuh hanya ada 2…
Sel Baik dan sel jahat kira2 begitulah (tanpa istilah medis).
Sel baik…itu membawa kebaikan, kesehatan, recovery buat tubuh..
Sel jahat..
Ya membawa penyakit, salah satu yang paling Parah Kanker misal….
Jadi kenapa saya analogikan PF dengan SEL KANKER…
Karena lebih sangat banyak membawa masalahx di Tanimbar daripada baikx..
1. Proyek2 mangkrak
2. Penggunaan Kontraktor2 dari buat Proyek2 daerah
3. Tidak ada pembangunan Signifikan di Tanimbar…baik Infrastruktur maupun manusiax…
4. Korupsi merajalela
5. Sistem bungkam Lawan politik dan semua yang oposisi,yang bersuara miring langsung di babat.
Dan Yang terbaru,meninggalkan hutang 300-400M…
Lalu???
Apa yang Pantas saya analogikan Selain SEL KANKER YANG MEMATIKAN!!!!!!!
Masyarakat menderita..tapi penderitaan bagi mereka selalu di obati di Rumah2 ibadah saat mereka pergi menghadap TUHAN…
Masyarakat punya banyak stok kata MAAF buat PF…
Tapi kalo maaf terus terus..
Kapan kita bisa berdiri sejajar dengan Daerah lain???

BETA CHRISTIAN TANIFAN
BETA YANG ANALOGIKAN PF SEL KANKER!!!!!!”

Tulisan Christian Tanifan ini mendapat respon sejumlah pihak. Ada yang menentangnya, namun ada juga yang menilai bahwa yang dikatakan Cristian Tanifan merupakan realita sesuai kondisi yang terjadi.

Ketua LP-KPK Tanimbar Jhon Solmeda. (Dok: Marcel/SimpulRakyat.co.id).

Respon Ketua LP-KPK Tanimbar

Ketua LP-KPK Tanimbar Jhon Solmeda juga merespon tulisan tersebut. Menurutnya, siapapun masyarakat Tanimbar berhak menilai kinerja mantan Bupati Petrus Fatlolon selama 5 tahun memimpin.

“Saya kira sah-sah saja, karena sebagai warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang baik maka siapapun berhak memberikan pandangan, bahkan evaluasi terhadap kepemimpinan Fatlolon-Utuwaly pada Periode 2017-2022 kemarin. Kita semua harus fer dan objektif dalam memberikan penilaian. Jika ada kelebihan dalam perjalanan kepemimpinan mereka, patutlah kita apresiasi, namun jika terdapat kekurangan, maka perlu juga untuk di koreksi agar dengan sendirinya akan menjadi motivasi bagi calon-calon pemimpin masa depan Tanimbar nantinya”.

“Sebagai Pimpinan LP-KPK di Tanimbar yang lebih dominan bergerak di bidang Pengawasan Kebijakan-Kebijakan Pemerintahan, dapat saya sampaikan bahwa kegagalan Fatlolon – Utuwaly justru jauh lebih mendominasi angka keberhasilan selama perjalanan 5 tahun kepemimpinan mereka, yang lagi di gembar-gemborkan oleh sebagian kalangan,” kata Solmeda di Saumlaki, Jumat (25/11).

Indikator-indikator kegagalan sebagaimana yang dimaksud Ketua LP-KPK Tanimbar di atas adalah:

1. Tanimbar berhasil dideklarasikan oleh Wakil Presiden RI pada bulan Oktober 2020 sebagai Kabupaten dengan predikat “Miskin Ekstrim” nomor urut 1 di Provinsi Maluku.

2. Maraknya proyek-proyek fisik yang terbengkalai dan mangkrak yang tersebar di hampir seantero Kabupaten Kepulauan Tanimbar hingga saat ini. Juga hak-hak masyarakat berupa upah kerja, material lokal masyarakat, sewa peralatan masyarakat yang hingga saat ini (November 2022-red) ditinggal pergi oleh perusahaan-perusahaan pemenang tender yang berasal dari luar Tanimbar.

3. Banyak pejabat ASN yang kini harus berurusan dengan proses hukum karena keterlibatannya dalam berbagai praktek penyelewengan keuangan negara dan daerah.

4. Tunggakan terhadap hak-hak ASN hingga berbulan-bulan lamanya.

5. Pada dokumen LHP BPK RI tahun 2021, menyebutkan bahwa jumlah Hutang Pihak Ketiga sebesar Rp221 Milyar, sementara Devisit Anggaran mencapai Rp100 Milyar lebih.

6. Penolakan oleh semua fraksi-fraksi di DPRD kabupaten Kepulauan Tanimbar terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati Kepulauan Tanimbar atas pengelolaan APBD tahun anggaran 2021.

Masih banyak lagi indikator-indikator kegagalan lain yang ditorehkan sepanjang 5 tahun kepemimpinan Fatlolon – Utuwaly yang tidak dapat dipaparkan satu per satu.

“Tentu tidak bisa di pungkiri bahwa sosok Fatlolon – Utuwaly selama memimpin negeri ini, ada juga capaian-capaian yang sudah di buat untuk membawa Tanimbar menuju masyarakat Cerdas, Sehat, Berwibawa dan Mandiri, kendati saya sendiri hampir tidak bisa memulainya dari mana,” ujar Solmeda.

“Terhadap beberapa prestasi sepanjang kepemimpinan mereka sebagaimana yang telah kami urutkan diatas, kiranya menjadi evaluasi berharga seluruh komponen masyarakat Tanimbar, agar tidak lagi terantuk pada batu yang sama untuk kedua kalinya,” harap Solmeda.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari mantan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon terkait analogi yang dibagikan Christian Tanifan di sejumlah grup WhatsApp tersebut.