SimpulRakyat.co.id, Bulukumba – Pembangunan jembatan Bialo yang ada di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, hingga saat ini masih menjadi perbincangan publik, hal disampaikan Ketua Aktivis Mahasiswa Makassar (AMM), Rafik Rumaf kepada media ini, Kamis malam (29/7/2022).

Rafik Rumaf menyebutkan jika proyek jembatan Bialo di Bulukumba diduga proyek tidak jelas, pasanya pembangunan tersebut dikerjakan di 2017 dan kembali dianggarkan di TA 2021 dengan anggaran Rp23 Miliar.

“Salah satu proyek jembatan Bialo di Bulukumba merupakan proyek siluman dimana proyek tersebut dikerjakan Pada tahun 2017 lanjut dianggarkan 2021 senilai 23 M yang sudah dilelalang bahkan sudah ada perusahaan yang memenangkan akan tetapi diputus di akhir tahun 2021,” terangnya.

“Itu menjadi pertanyaan besar, dikemanakan anggaran tersebut apalagi tidak ada pembahasan di DPRD terkait dengan peralihan peruntukkan anggaran, kalau disebut pak Sekda menyatakan itu silva artinya anggaran tersebut diketahui DPRD dalam progres pembahasan untuk anggaran tahun depannya namun kenyataanya kan tidak ada,” tambahnya.

Rafik Rumaf juga menegaskan bahwa dalam proyek tersebut, pihaknya menuding ada kerjasama jahat. Menurutnya, ini akan berujung pada kerugian negara.

Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan gerakan untuk mendesak Kejati Sulsel turun tangan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Intinya dalam Proyek ini kami menduga ada persekongkolan jahat dan beberapa orang untuk merugikan negara apalagi ini anggaran APBD Bulukumba yang kami duga dinikmati oleh segelintir orang,” tegasnya.

“Banyak yang menjadi polemik termasuk pada kontrak kerja dengan pemenang tender PT.Gunung Raya pasalnya sudah cacat prosedur dan kadaluarsa, kami yang tergabung dalam Aktivis Mahasiswa Makassar akan bertandang di kejaksaan tinggi Sulsel Senin 2 Agustus 2022 pekan depan untuk meminta Kejaksaan Tinggi agar segera mengusut tuntas kasus tersebut sampai tuntas,” pungkasnya.