SimpulRakyat.co.id, Bulukumba – Kasus penembakan yang menewaskan UM (55) di Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban. Anak korban, Nisrayani, menilai ada kejanggalan dalam peristiwa yang menimpa orang tuanya itu.

“Kami meminta polisi untuk tidak berhenti pada pemeriksaan pelaku utama saja. Kami menduga kuat bahwa istri pelaku memiliki peran dan terlibat dalam insiden penembakan ini,” kata Nisrayani, Selasa (16/12/2025).

Desakan ini muncul setelah pihak keluarga menelaah hasil autopsi forensik yang menunjukkan luka-luka di tubuh UM bukan hanya akibat tembakan, tetapi juga pukulan benda tumpul. Menurut Nisrayani, hal ini mengindikasikan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik ditemukan satu luka tembak dan sembilan luka lebam di tubuh korban. Bukan hanya luka penembakan, tapi juga bekas pukulan benda tumpul,” jelasnya.

Nisrayani menuturkan, kejadian bermula dari cekcok antara korban dan istri pelaku di halaman rumah pelaku. Ia mencoba memanggil ayahnya pulang, namun korban justru berbalik badan dan diserang.

“Jadi pada saat cekcok, saya panggil bapak saya pulang. Tapi bapak saya berbalik badan, istri pelaku memukul bagian belakang kepala bapak saya menggunakan balok,” ujarnya.

“Setelah ditembak, istri pelaku kembali memukul bapak saya menggunakan bambu panjang. Dia pukul berulang kali,” tambah Nisrayani.

Keluarga korban berharap polisi menindaklanjuti seluruh temuan autopsi untuk mengungkap motif dan memastikan semua pihak yang terlibat bertanggung jawab. Nisrayani menegaskan, kematian ayahnya tidak semata-mata akibat penembakan, melainkan juga hantaman benda tumpul yang menyebabkan kelumpuhan dan kematian otak.

“Penyidik harus transparan mengusut kasus almarhum bapak saya. Kalau hanya dihentikan pada penembakan, kenapa di tubuhnya ada luka lebam akibat pukulan benda tumpul?” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Muhammad Ali, mengatakan pihaknya telah menerima hasil autopsi dan melakukan pemeriksaan tambahan.

“Hasil autopsi sudah kita terima dan saat ini saksi-saksi kita panggil semua untuk pemeriksaan tambahan, mencari kesesuaian antara alat bukti surat (hasil autopsi) dengan keterangan saksi-saksi,” tandasnya.