SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Rano Fatlolon (RF), anak mantan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, membantah tudingan sepihak yang diberitakan media bahwa dirinya merupakan kontraktor proyek pembangunan balai desa Labobar yang kini mangkrak.
Menurut RF, ia sama sekali tak pernah menandatangani sebuah perjanjian kerja (kontrak kerja) dengan pemerintah desa Labobar mengenai proyek itu, apalagi mengerjakannya.
“Saya tidak pernah tanda tangan kontrak apapun, apalagi kerja proyek itu. Lokasi balai desanya saja saya tidak tahu,” kata RF dalam keterangannya di Saumlaki, Senin (13/6/2022).
Ia menambahkan, mestinya perjanjian kerja proyek itu dilihat kembali agar diketahui siapa kontraktornya, pekerjaannya tahun berapa dan berapa nilai kontraknya. Hal itu bertujuan agar informasi yang disampaikan ke publik tak simpang siur.
Selain itu, mengenai rumor bahwa dirinya menekan pejabat desa Labobar agar memberikan proyek tersebut untuk ia kerjakan tidaklah benar.
Justru, kata RF, saat itu pejabat desa Labobar datang dan bertemu dengannya di sekitaran pasar Omele – Saumlaki. Dalam perbincangan keduanya, pejabat desa Labobar meminta RF membantu menyuplai material kayu kesana.
Dalam pertemuan berikutnya, pejabat desa Labobar membawa sejumlah uang dan menyerahkannya kepada RF. Uang tersebut adalah harga material kayu yang nantinya disuplai ke Labobar.
Untuk itu ia membantah kabar miring bahwa ia menggunakan statusnya sebagai anak pejabat daerah untuk mengambil alih proyek tersebut.
Selain membantah tudingan terhadap dirinya, RF menilai ada pihak lain yang sengaja ingin mengadu domba dirinya dengan pemerintah desa Labobar lewat masalah tersebut.
Namun meski begitu, ia tetap pada pendiriannya dan tidak terpengaruh sedikitpun dengan upaya adu domba yang dimainkan.
Sebelumnya, berita mengenai proyek balai desa Labobar ini viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Hal itu karena anggaran yang dikucurkan melalui Dana Desa (DD) Labobar nilainya ratusan juta rupiah namun proyek tersebut tak kunjung tuntas hingga sekarang.
Banyak pihak menilai ada upaya intervensi RF dalam penanganan proyek tersebut karena ia merupakan anak kepala daerah saat itu. Apalagi RF merupakan penyuplai material kayunya.
Namun lagi – lagi tudingan publik itu dibantahnya dengan menjelaskan perihal sebenarnya. Bahkan ia siap memberikan keterangan jika nantinya dibutuhkan.
Reporter: Marcel Kalkoy
Editor: Ahmad


Tinggalkan Balasan