SimpulRakyat.co.id, Luwu Timur  – Sebanyak 684 Siswa sudah berhasil vaksinasi guna mendukung proses pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk melindungi para peserta didik dan keluarga dari Covid-19.

Sehingga dengan adanya kegiatan vaksinasi ini juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi orangtua untuk mengirimkan putra-putri mereka kembali ke sekolahnya, tatap muka dengan guru dan teman kelasnya.

“Dari 723 siswa yang ada, sudah ada sekitar 95% siswa kami sudah divaksin Covid-19 tahap I dan II, sisanya yang belum divaksin adalah 39 siswa, alasannya karena penyakit bawaan dan faktor orang tuanya tidak setuju, ini tidak bisa dipaksakan,” ungkap Bakhtiar Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Luwu Timur (Lutim), saat ditemui wartawan SimpulRakyat.co.id yang beralamat di jalan Pendidikan, Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Selasa (7/12/2021).

Bakhtiar menambahkan, keberhasilan dalam capaian ini tidak lain karena kami bersama dewan guru selalu mengkroscek setiap Minggu, berapa siswa yang sudah divaksin atau belum divaksin agar proses PTMT berhasil di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 ini.

“Kami selalu melaporkan ke cabang dinas terkait perkembangan kegiatan vaksin di sekolah setiap minggu dan pihak sekolah secara rutin mengimbau siswa walaupun sudah vaksinasi jangan lengah tetap mematuhi Protokol kesehatan 5 M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas,” imbuh Bakhtiar.

Bakhtiar mengakui, meski capaian vaksinasi ini sudah diatas 90% namun pihaknya juga sering mendapatkan penolakan-penolakan dari pihak orangtua siswa yang menolak anaknya tidak divaksin, bahkan juga selalu mendapatkan pesan orangtua siswa melalui chat di group WhatsApp wali kelasnya.

“Pihak sekolah baru-baru ini mengumpulkan siswa dan menekankan bahwa pihaknya tidak melarang siswa bagi yang belum vaksin tidak dibolehkan mengikuti pembelajaran, hal ini sekedar untuk diketahui bahwa masih ada beberapa orangtua siswa yang masih menganggap bahwa vaksin ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan anaknya, jadi kami di sini hanya menghimbau saja kepada siswa supaya silahkan vaksin yang sudah dapat izin dari orangtua,” ungkap Bakhtiar.

Dikatakannya, pihaknya saat ini diminta oleh tim satgas kabupaten dan tim vaksinasi puskesmas untuk melaporkan berapa siswa yang sudah divaksin dengan menunjukkan sertifikat vaksin dan yang belum vaksin mengumpulkan Kartu Keluarga (KK).

“Kami dimintai data siswa yang belum vaksin, dan akan dikonfirmasi langsung oleh tim satgas covid ke masing-masing orangtua siswa, biar kami fokus saja pada pembelajaran siswa,” pungkas Bakhtiar.

Bakhtiar berharap, tentunya saya akan merasa senang jika semua siswa sudah divaksin sebelum memasuki pembelajaran tatap muka di sekolah, demi mendukung tercapainya herd immunity (kekebalan kelompok) dan suasana pembelajaran yang kondusif tentunya.

Pewarta : Nasution
Editor : Nasution