SimpulRakyat.co.id – Sudah hampir dua tahun pandemi virus Corona menyerang dan bahkan di tahun 2021 ini kondisinya semakin parah, khususnya ada di Indonesia sendiri.

Mengingat angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut kian lama justru senantiasa mengalami peningkatan.

Meskipun sudah dilakukan tindakan vaksinasi mulai dari awal tahun ini. Hanya saja hal tersebut tidak membuat kondisi penularan Covid-19 semakin membaik, sehingga membuat tenaga medis juga kewalahan dalam menangani jumlah pasien yang masuk.

Tak hanya itu, ternyata dampak pandemi ini juga membuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi yang sudah di periode kedua ini mengalami penurunan.

Hasil kajian yang dilakukan LSI atau Lembaga Survey Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi hanya sekitar 43 persen saja dalam penanganan terhadap pandemi ini.

Angka tersebut bahkan turun dari empat bulan sebelumnya yang mendapatkan sekitar 56,5 persen. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya, 2 di antaranya adalah:

1. Krisis Legitimasi

Pemerintah memang sedang dalam kondisi yang cukup sulit belakangan ini. karena kurangnya rasa percaya dari masyarakat memantik terjadinya krisis legitimasi.

2. Bansos

Meskipun pemerintah sudah mengupayakan pemberian bansos kepada mereka yang terdampak pandemi, nyatanya hal ini tetap membuat masyarakat tidak yakin akan hal tersebut, mengingat kebanyakan di antara bantuan tersebut justru dikorupsi pejabat daerah, sehingga tidak tersalurkan secara merata kepada mereka yang seharusnya berhak.

Kondisi pandemi yang terjadi belakangan ini memang memberikan dampak yang terasa begitu nyata dalam pemerintahan Indonesia, banyak sistem yang mulai diubah, mulai di antaranya adalah sistem belajar mengajar yang diubah menjadi online sampai dengan pekerjaan.

Dampak yang paling nyata adalah tingginya angka pengangguran yang ada di Indonesia, banyak yang terkena PHK, lapangan kerja juga jadi semakin sempit.

Bukan hal yang mengherankan jika seandainya masyarakat berharap besar kepada pemerintah untuk segera menuntaskan kondisi tersebut, sebelum semuanya berubah semakin parah.

Diketahui, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih dalam kondisi tinggi, sehingga pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah daerah. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga kemarin, JumatĀ  (13/8), terdapat 30.788 kasus baru. Sementara itu kasus aktif Covid-19 saat ini sebanyak 400.129 kasus, turun 12.647 dari hari sebelumnya.

Penulis: Ahmad
Editor: Ahmad