SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Achmad mendukung langkah pemerintah melakukan efisiensi dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut dia, penataan diperlukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Achmad mengatakan, efisiensi dapat dilakukan melalui penataan sumber daya, perampingan operasional, hingga restrukturisasi BUMN.

“Efisiensi ini sangat kita perlukan mengingat kondisi negara kita dalam kondisi tidak baik-baik saja,” ujar Achmad dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).

Menurut dia, langkah efisiensi diharapkan dapat meningkatkan keuntungan BUMN sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Dengan dilakukan efisiensi, perampingan operasi, seterusnya pengawasan yang ketat, sehingga sekarang rata-rata BUMN kita untung semuanya. Sehingga ini juga salah satu untuk menyejahterakan masyarakat kita,” kata politikus Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Achmad menambahkan, Komisi VI DPR RI pada prinsipnya mendukung penataan BUMN yang dilakukan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dia berharap proses tersebut dapat menghasilkan BUMN yang lebih profesional dan berintegritas serta mampu menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian nasional.

Di sisi lain, Achmad menegaskan bahwa Komisi VI DPR RI akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap proses penataan BUMN.

Pengawasan diperlukan untuk memastikan efisiensi dan restrukturisasi berjalan sesuai tujuan serta mencegah penyimpangan, penyelewengan, dan korupsi dalam pengelolaan BUMN.

“Pengawasan dilakukan dengan langkah pengawasan itu tidak terjadi penyimpangan, tidak terjadi penyelewengan, tidak terjadi korupsi dan seterusnya,” pungkasnya. (*)