Fatlolon Minta Maaf ke Warga Tanimbar, Ini Kata Utuwaly dan Partai Pengusung

  • Whatsapp
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agustinus Utuwaly (kiri), Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Kepulauan Tanimbar Rolantio (kanan).

SimpulRakyat.co.id, Tanimbar – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku, Agustinus Utuwaly, angkat bicara menanggapi sikap permintaan maaf bupati Petrus Fatlolon kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkup Pemkab Kepulauan Tanimbar beberapa waktu lalu.

Kata dia, publik Tanimbar telah mengetahui dan menilai apa yang telah dilakukan pemerintah daerah selama ini. Terhadap kegagalan dan permohonan maaf Bupati Petrus Fatlolon yang bahkan menyeret – nyeret namanya itu, Utuwaly hanya menyerahkannya kepada Tuhan.

Baca Juga

“Orang sudah tahu jawabnya Pak. Biar saja dia minta maaf atas dosa-dosanya tapi Tuhan Allah yang punya hak pembalasan, bukan manusia,” kata Wabup Agustinus Utuwaly dalam keterangannya, Minggu 17 Januari 2021, kemarin.

Sebelumnya, Bupati KKT Petrus Fatlolon minta maaf kepada masyarakat dan ASN di linkup Pemkab Kepulauan Tanimbar. Permintaan maaf itu disiarkan melalui sebuah media cetak di kota Ambon – Maluku pada Jumat, 15 Januari 2021.

Menurut Fatlolon, selama ini kesejahteraan ASN, pegawai honorer dan bahkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya adalah adanya wabah covid 19 yang melanda tanah air pada awal tahun 2020 sehingga pemerintah terpaksa melakukan rasionalisasi serta efisiensi anggaran.

“Saya sampaikan maaf juga bila ada kebijakan dan keputusan pemerintah daerah yang tidak berkenan baik kepada TNI, POLRI, ASN hingga masyarakat. Pemerintah dimanapun tidak mungkin memuaskan rakyatnya. Apalagi saya dan pak wakil,” kata Petrus Fatlolon seperti dilansir dari Ambon Ekspres.

Permintaan maaf mendadak itu sangat mengagetkan publik Tanimbar, bahkan sempat menjadi sorotan dan perbincangkan warganet di media sosial.

Respon Partai Pengusung

Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rolantio Lololuan, SH.MH, mempertanyakan sikap permintaan maaf Petrus Fatlolon tersebut.

Menurut Rolantio, selama ini pemerintah daerah mengklaim bahwa kondisi Tanimbar dalam keadaan baik – baik saja dan tidak ada masalah. Dia heran kenapa secara mendadak Petrus Fatlolon minta maaf kepada masyarakatnya.

“Kan menurut beliau penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan itu semua baik-baik saja selama ini, kok tiba – tiba muncul permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juga kepada seluruh ASN?.”

“Ini artinya bahwa kondisi ini diciptakan sendiri, yaitu dari, oleh dan untuk bupati. Jadi bupati sendiri yang menciptakan satu kondisi dimana masyarakat merasa kondisi ekonomi sangat susah, perputaran keuangan tidak stabil, kemudian bupati sendiri minta maaf seolah-olah semua karena pandemi, padahal pandemi itu baru ada di tahun 2020. Jadi dia merasa bahwa dia sendiri yang mampu kendalikan situasi ini,” kata Rolantio di Jakarta, Minggu (17/01/2021) sore.

Salahkan Pandemi, Trick Politic Menarik Simpati Di Tengah Kegagalan

Rolantio yang juga seorang advokat itu menduga kalau permintaan maaf Petrus Fatlolon hanyalah sebuah “Trick Politic” belaka demi menarik simpati masyarakat dan ASN menuju tahun politik 2022, karena kemungkinan besar Petrus Fatlolon akan maju untuk periode keduanya.

“Ini juga bagian dari proses yang dia buat menuju tahun 2022 nanti. Kenapa dia tidak minta maaf di tahun-tahun sebelumnya, dia tidak akui bahwa ada masalah pada pekerjaan-pekerjaan proyek yang dibilang mangkrak atau yang dibilang fiktif itu?”

“Contoh, proyek air bersih di desa Meyano Das, proyek jalan, tugu, trotoar, danau lorulun dan lain sebagainya, juga uang makan ASN yang ditahan berbulan-bulan. Kenapa baru sekarang minta maaf dan kait-kaitkan dengan situasi pandemi ini? Apakah dia merasa publik dan ASN sudah tidak percaya lagi kepadanya? Ya, mungkin saja. Jadi intinya, ini permintaan maaf yang hanya disampaikan sesaat untuk mencari simpati, titik,” ujar Rolantio.

Jabatan Wakil Bupati Tanpa Kewenangan

Sekum DPD PKS Kepulauan Tanimbar itu juga menyoroti nama wakil bupati, Agustinus Utuwaly, yang diseret-seret dalam permintaan maaf Petrus Fatlolon tersebut.

Menurut dia, selama ini publik tahu bahwa wakil bupati tidak pernah diberikan kewenangan mengurusi urusan pemerintahan. Dengan melibatkan nama wakil bupati, Rolantio menilai kalau Petrus Fatlolon sedang bermain politiknya untuk tidak terjerumus sendiri dalam lubang kegagalan tersebut.

“Kenapa kalau ada urusan pemerintahan dia sendiri tunggal, nanti permintaan maaf dia seret wakil bupati seakan – akan kegagalan ini dilakukan berdua, padahal selama ini masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga tahu, ASN juga tahu bahwa wakil bupati itu hanyalah pelengkap jabatan/posisi pemerintahan saja, dia tidak diberikan kewenangan apa-apa,” katanya.

Kekecewaan PKS 

Sebagai partai pengusung yang turut memenangkan pasangan Petrus Fatlolon – Agustinus Utuwaly (Fatwa) 2017 silam, Rolantio selaku Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Kepulauan Tanimbar kecewa terhadap buruknya sistem pengelolaan pemerintahan dibawah kekuasaan bupati Petrus Fatlolon.

Dia berharap, ke depan jangan lagi ada drama semacam ini untuk menarik simpati publik, karena publik Tanimbar saat ini sudah cerdas dan bisa menilai kinerja baik – buruknya seorang pemimpin melalui karya nyata, bukan lewat kata-kata dan sandiwara semata.

Berita Menarik Lainnya