SimpulRakyat.co.id, Jailolo Halmahera Barat – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dua program utama Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pjs Bupati Halbar M Rizal Ismail usai berkunjung di salah satu PT Sufindo pengelola kopra putih di Desa Akediri, Kecamatan Jailolo, Senin (09/11/2020) menjelaskan, dua program utama yang akan dilakukan adalah program Gerakan Maluku Utara Menanam dan program gerakan oreintasi ekspor untuk rakyat sejahtera (Gosora).

Untuk gerakan Maluku Utara Menanam Rizal mengatakan, tujuannya adalah bagaiman meningkatkan ketahanan pangan di maluku utara, sedangkan Gosora ialah bagaimana peningkatan kesejahteraan pada petani.

“Karena petani kita adalah 50 persen itu petani perkebunan kelapa, pala dan cengkeh, sehingga bagaimana target meningkatkan kesejahteraan petani, maka komuditi ini yang harus kita dorong, yaitu kelapa, pala dan cengkeh,” ungkap Rizal kepada wartawan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa di Halbar sendir punya potensi besar di tiga komuditi ini, maka dari itu pihaknya akan mencoba satu komuditi satu pengusaha.

“Apabila di 2021 ini sukses, maka di 2022 nanti kita akan memberikan  dipengusaha- pengusaha yang lain,” ujarnya.

Kadis Pertanian Provinsi ini menambahkan, kenapa harus melibatkan pengusaha karena berharap di APBD baik di provinsi, kabupaten bahkan APBN tidak mungkin karena anggarannya kecil, sementara skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya di bidang pertaniaan itu alokasinya besar.

“Untuk di Malut bagiannya Rp1 triliun tapi sampai sekarang penyerapannya hanya Rp25 miliar, dan dengan pola baru sekarang seperti KUR Offtaker kita berharap pengusaha bisa manfaatkan ini, pengusaha bisa ambil besar Rp1 triliun sampai Rp2 triliun dan nantinya pengusaha bisa kerja sama dengan petani,” cetusnya.

Dengan pola baru KUR offtaker ini, Rizal berharap antara pengusaha dengan petani yang relasinya suda lama langsung buat kerja sama dengan memberika sarana produksi, karena pemerintah berbaharap sektor ril yang bergerak, kegiatan pertanian juga produktif hilirisasi bisa bergerak, karena selama ini kelapa itu hanya kopra saja, pala dan cengkeh pun demikian, kita berharap ada pengolahan.

“Jadi kita berharapa kalau ini mau dijalankan, maka pemerintah tidak bisa sendiri harus dengan swasta, dan kita akan dorong pengusaha-pengusaha kelapa, cengkeh dan pala untuk bisa bergerak bersama dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (MH)