Sementara Sekjen KUP Suta Nusantara Awaluddin Deo menjelaskan, substansi dari Ketahanan Pangan adalah tentang kesediaan dan keberlanjutan dari pangan itu sendiri.
“Kami di KUP Suta Nusantara sudah menjadi bagian itu, contoh kongkrit yang sudah kami lakukan yaitu memperkuat jaringan seluruh Indonesia untuk kepengurusan hingga ke wilayah-wilayah,”
“Melaksanakan program membentuk sentra-sentra dititik-titik tertentu, untuk menjamin ketersediaan pangan, maka harus ditingkatkan hasilnya,” jelas dia.
Dikatakan, KUP Suta Nusantara melakukan langkah-langkah untuk peningkatan pangan, dengan cara pendampingan- pendampingan kepada masyarakat, dan aktif hampir setiap bulan melakukan pendidikan dan diklat-diklat yang berkaitan tata-kelola pertanian, manajemen pertanian dan sebagainya.
“Tujuan bagaimana masyarakat petani Indonesia ini bisa hidup makmur dan sejahtera sesuai dengan apa yang dicanangkan Presiden RI Ir Joko Widodo menjadi Indonesia yang maju,” tutur Awaluddin Deo yang juga seorang Tokoh Muda Nasional ini.
Sementara itu, DR Taufiqurokhman selaku Sekjen DPP Perbumma Adat Nusantara mengungkapkan, dalam Konsep Perbumma Adat Nusantara, pihaknya fokus kepada SDM Emas dalam konsep Welfare State (Negara Berdasarkan kesejahteraan).
“Dimana fokus Negara itu bagaimana ideologi bangsa dapat meningkatkan kapasitas kesejahteraannya, yang meliputi dari dysfunction menjadi berfungsi secara sosial, atau empowerment (pemberdayaan). Jadi pemberdayaan masyarakat ini masuk ke konsep Perbumma Adat Nusantara”, ulas Taufiq
Taufiq menegaskan, di Perbumma Adat Nusantara, ada satu yang bisa dipelajari. Kerajaan Nusantara sampai hari ini itu tidak pernah kena krisis, karena mereka produksi tidak menggunakan bahan kimia.
“Bahkan saat ini ada Tiga usaha di era bisnis digital, yang pertama Kominfo atau ICT (Information and Communication Technology), Kedua Pertanian dan Ketiga Perdagangan,”
“Salah satu contoh dari perdagangan, bagaimana memasukkan hasil-hasil pertanian dengan menggunakan digitalisasi, yaitunya dengan agribisnis bukan agro saja,”
“Jadi mencakup Pertanian, perkebunan, dan peternakan, dan jasa. Kedepan dengan SDA yang banyak, Perbumma Adat Nusantara ingin merajuk komunitas- komunitas Adat Nusantara ini masuk kepada Negara Welfare State, artinya Negara hadir pada konsep pertanian, Konsep perdagangan, dan Negara hadir pada konsep peternakan,” tegas Taufiq seorang Akademisi ini dengan optimis.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pembina Yayasan Ezy Pratama Foundation Pieter Tobias Pattiasina (Kakatobi), Sekretaris Perbumma Sudiyanto, Nina Kartini, Suhayat, Sudarsono, Bambang Roni, Raisya Risa, M Gunawan A, Leonsky, Pieter Febryan, dan Humas Perbumma Adat Nusantara Megy Aidillova. (MG/Faried)


Tinggalkan Balasan