220 Orang Diamankan Saat Demo Omnibus Law di Makassar

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) memakan korban di Makassar, di antaranya korban luka-luka dan material.

Diketahui, sejak disahkan pada 5 Oktober lalu, gelombang aksi unjuk rasa tidak henti disuarakan di Kota Daeng hingga 8 Oktober, gelombang unjuk rasa ini tidak dapat terbendung, massa aksi dari kalangan mahasiswa, buru dan masyarakat sipil tumpah rua turun ke jalan.

Baca Juga

Aksi yang digelar hingga dini hari tadi, tidak terlepas dari bentrok antara oknum demonstran dan pihak kepolisian. Akibat bentrokan tersebut, tidak sedikit korban luka dan korban material.

Berikut data yang berhasil dihimpun reporter SimpulRakyat.co.id:

A. Personil Polri yang terluka

  1. Bripda Jefri, Nrp 97100631Ba. Subdit Provos Bid Propam Polda Sulsel yang terkena lemparan batu di Kantor DPRD Provinsi Sulsel.
  2. Bripda Agus Stiawan Nrp 01080076 Ba. Raimas Dit Sabhara Polda Sulsel terkena busur menembus Bodypack bagian punggung, hingga menimbulkan luka gores pada bagian belakang leher di Jl AP Pettarani.
  3. Bripka Syamsuddin, anggota Satuan Brimob Polda Sulsel di Unismuh Makassar

B. Kerugian Materiil

  1. Pos Lantas Fly Over
  2. Satu unit sepeda motor N Max dengan No Pol DD 5927 SW, warna merah, pemilik Dandi (20), Karyawan Swasta, warga BTN Minasa Upa Blok F 16 No 5 Makassar di Unismuh.
  3. Satu unit mobil truk dengan No Pol DD 8711 KJ, seorang sopir, Firdaus, warga Sumigo mengalami kerusakan pada kaca bagian depan dan samping pecah di Unismuh.
  4. Merusak satu unit Videotron yang terpasang di depan Kantor Gubernur dengan cara dilempar dengan menggunakan batu dan dibakar.
  5. Merusak dua pintu pagar dan membawa ke tengah jalan di depan Mall Nipah sebagai blokade di Kantor Gubernur Sulsel.
  6. Membakar 3 unit sepeda motor (1 unit motor dinas Polri, 1 unit motor dinas Pemprov Sulsel dan 1 unit motor pribadi milik ASN) dan 1 unit dirusak di Kantor Gubernur Sulsel.
  7. Merusak dan melempar Pos Satpol PP dengan menggunakan bom molotov di Kantor Gubernur Sulsel.
  8. Kaca belakang mobil Jatanras pecah, di depan Kantor Asabri Jl AP Pettarani Makassar.

Data sementara yang diamankan di Mako Polrestabes Makassar sebanyak 220 Orang, di antaranya Sipil 45 Orang, Pelajar  72 Orang dan Mahasiswa 103 Orang. (M Fatwa)

Disarankan Untuk Anda :