SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Masyarakat harus tahu bahwa stunting itu merupakan gagal tumbuh kembang anak balita, dari lahir hingga usia balita yang tidak sesuai antara tinggi, berat dengan Umur.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Puskesmas Sarappo dr Hasan saat memandu rembuk stunting di Pulau Bontosua, Desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tuppabbiring, Kabupaten Pangkep, Rabu (15/7) kemarin.
“Semua Desa akan menjadi perhatian untuk dilakukan Program Penanganan Stunting meski ada 3 Desa yang menjadi Prioritas,” terang dr Hasan.
Lanjut dijelaskan, penanganan stunting di wilayah kepulauan sangat urgent. Ia juga menyebut, pihaknya sebagai tenaga kesehatan prihatin atas 20 kasus stunting di Liukang Tupabbiring.
“Untuk mengatasi kasus stunting, sangat penting kegiatan kedepan diajukan dalam daftar usulan RKP Desa 2021, apalagi Draft Perbup terkait penanganan dan pencegahan stunting sudah dibuat,” jelas dr Hasan.
Sementara itu, Kepala Desa Mattiro Bone, Rusdi mengatakan, pihaknya bersedia turut serta dalam penanganan dan pencegahan stunting di desanya.
“Kesehatan anak – anak di desa kami sangat berharga, kami berharap dengan acara ini kami bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam hal kesehatan,” sambut Rusdi.
Rembuk Stunting ini dihadiri oleh Camat Liukang Tupabbiring, Kepala Puskesmas Pulau Sarappo, Kepala Desa Mattiro Bone, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh Agama. (Mita)


Tinggalkan Balasan