Miris! Di Desa Adaut, Dana BLT Diduga Dipotong untuk Ongkos Jalan

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik salah seorang janda di Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, diduga dipotong oleh oknum anggota BPD Desa Adaut berinisial DS.

BLT yang nilainya Rp600.000 itu dipotong Rp200.000 dengan alasan untuk ongkos jalan (transportasi).

Baca Juga

Menurut keterangan si penerima BLT, Ibu Dominggas Labobar, kepada Simpul Rakyat, Jumat (19/6) lalu, mengakui bahwa dirinya hanya diberikan uang tunai senilai Rp400.000, sementara sisanya dipotong oleh DS.

“BLT yang diberikan kepada saya hanya Rp400.000, sementara Rp200.000 dipotong untuk ongkos jalan. Setelah itu, saya juga dipesan untuk tidak memberitahu hal itu ke siapa-siapa,” kata Ibu Dominggas di kediamannya.

Sementara itu, DS saat dikonfirmasi besoknya, Sabtu (20/6), mejelaskan bahwa persoalan tersebut dikarenakan terjadi miskomunikasi antara dirinya dan ibu Dominggas.

“Waktu pembagian BLT, ibu Dominggas mau dijemput, namun karena beliau sudah lanjut usia maka tidak bisa naik sepeda motor. Jadi saya langsung antar uang itu ke rumahnya, kebetulan kami masih hubungan keluarga jadi saya pinjam Rp200.000,” kata DS.

Dia menegaskan, uang Rp200.000 tersebut dipinjam bukan dipotong.

“Setela saya tiba di rumah ibu Labobar, saya menunjukan untuknya uang Rp600.000. Beliau juga bertanya ke saya, BLT nanti berapa kali terima dan saya jelaskan ke beliau. Setelah itu, saya beritahu kepadanya uang Rp600.000 itu saya pinjam Rp200.000, karena ada hubungan keluarga, kebetulan saya tidak punya uang jadi saya langsung pinjam ke beliau,” lanjut DS.

DS menambahkan, dirinya akan berusaha menggantikan uang tersebut secepatnya agar masalah itu tidak menjadi polemik di masyarakat.

“Mungkin Ibu Dominggas salah dengar. Saya tidak mungkin menyusahkan beliau, apalagi dia itu keluarga saya. Jika honor kami sudah ada maka saya akan langsung gantikan uang Rp200.000 itu,” kata DS. (27)

Disarankan Untuk Anda :