LP-KPK Kepulauan Tanimbar Pertanyakan Kelanjutan Kasus Taman Kota Saumlaki di Kejati Maluku

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Kejahatan korupsi akhir-akhir ini disinyalir marak terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), hingga mengakibatkan roda perekonomian di Kabupaten Duan Lolat itu berjalan lambat. Beberapa kasus korupsi telah dilaporkan ke pihak penegak hukum, baik Kejaksaan maupun KPK namun kasus dugaan korupsi tersebut belum dapat diungkapkan secara terang benderang.

Di antaranya, kasus dugaan korupsi taman kota Saumlaki, misalnya yang saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan di Kejati Maluku, namun kasus tersebut terkesan lambat di tangan penyidik. Pembangunan Taman Kota Saumlaki dianggarkan melalui APBD Tahun Anggaran 2017 dan 2019 dengan total keseluruhan hampir mencapai 10 milyar.

Baca Juga

Lambatnya penanganan kasus dugaan korupsi taman kota Saumlaki di Kejati Maluku ini kembali dipertanyakan oleh Ketua LP KPK Kepulauan Tanimbar, Jonias W Solmeda.

Dia mengatakan, kasus dugaan korupsi berjamaah yang telah dinaikan statusnya oleh Kejaksaan Tinggi Maluku dari Penyelidikan ke Penyidikan pada Nopember 2019 lalu, sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait tingkat penanganannya.

Sesuai Pernyataan Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, pada November 2019 bahwa Kasus dugaan Korupsi proyek taman kota Saumlaki telah di tingkatkan dari Penyelidikan ke Penyidikan. Bahkan Kejati Malulu telah memeriksa 14 orang saksi pada kasus dugaan korupsi berjamaah ini.

Sapulette juga mengatakan, tim penyidik Kejati Maluku telah menggandeng BPKP Perwakilan Maluku untuk menghitung kerugian negara yang timbul akibat kasus Taman Kota tersebut.

“Sebagai Mitra Kerja, saya berharap kepada Penyidik, baik KPK RI, Kepolisian maupun Kejaksaan agar tidak toleransi dalam penanganan setiap laporan dugaan Korupsi yang terjadi di KKT. Alasannya masyarakat di daerah ini sudah sangat capek hidup susah akibat praktek maksiat yang tak berujung dan terpupuk rapih di daerah ini,” ujar Solmeda kepada media ini, Jumat (20/03/2020).

Dia berharap, pihak penegak hukum lebih serius dan fokus menyelesaikan kasus korupsi yang sedang berjalan saat ini agar dapat mengungkapkan aktor-aktor koruptor di Kepulauan Tanimbar. (47)

Disarankan Untuk Anda