Wah! Disebut Lakukan Pembohongan Publik, Pemuda Desa Sesali Kehadiran Bahrain Kasuba di Desa Bobo

  • Whatsapp
Pemuda desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Rones Visto Lajame. (Dok. Istimewa)

SimpulRakyat.co.id, Halmahera Selatan – Merasa dibohongi terhadap pemberitahuan yang disampaikan di Desa Bobo bahwa Bupati Bahrain Kasuba (BK) yang hadir pada, Rabu (1/1/20) lalu di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halsel dengan agenda untuk meresmikan Tower jaringan XL di bantah oleh tokoh pemuda desa Rones Visto Lajame.

Suasana penyambutan Bupati Bahrain Kasuba (BK) di Pantai Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halsel oleh Masyarakat Desa Bobo. (Dok. Istimewa)

Kepada SimpulRakyat.co.id, Rabu (8/1/20) pria yang akrab disapa Rones ini menduga, kadatangan BK di Desa Bobo terdapat agenda terselubung.

Baca Juga

“Agenda kehadiran Bupati di Desa Bobo bukanlah agenda pemerintah dalam hal ini meresmikan Tower XL yang ada di Bobo, melainkan saya menduga Bupati bersama SKPD-nya melakukan Kampanye hitam atau kampanye terselubung dalam momentum sukacita tahun baru. Lebih lagi ada beberapa pejabat daerah yang sempat terlihat dalam acara itu, sebut saja Etosea Lajame, Frans Fofoki, dan Marten Kurama,” ungkap Rones.

Rones yang turut hadir dalam acara yang dihadiri ratusan masyarakat desa Bobo itu menyayangkan adanya orasi-orasi yang diikuti dengan teriakan “dua periode” pada akhir kegiatan tersebut.

“Selain tidak ada agenda acara peresmian tower yang dimaksud sesuai dengan informasi yang beredar di masyarakat, acaranya seperti kampanye yang rangkaian kegiatannya dimulai dengan penjemputan bupati, disambut cakalele, berjoget dan sangat disayangkan sekali, di acara terakhir terdapat Orasi-orasi yang diikuti dengan teriakan teriakan 2 periode,” terang mantan Ketua BEM FISIP UNPI Manado ini.

Ia pun mempertanyakan maksud dan tujuan BK bagi-bagi beras kepada setiap keluarga. Menurutnya aksi tersebut justru menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Yang mau saya kritisi bukan soal pembagian berasnya, tetapi ini maksudnya apa pembagiannya variasi, ada yang dapat 5 kilo, ada yang dapat 3 kilo, sehingga menjadi konflik dan saling tuduh antar masyarakat. Ini yang sangat saya sesali,” keluhnya.

Lanjut Rones, ada juga masyarakat diiming-imingkan akan diberikan gula untuk setiap KK, tetapi kenyataannya tidak diberikan.

“Ini kan lucu masyarakat dibohongi berulang ulang kali, dan diduga keras dilakukan oleh oknum pejabat pemerintah daerah,”

“Selaku tokoh pemuda obi, saya mengimbau kepada pihak penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu untuk seriusi proses demokrasi yang akan berlangsung di daerah kita ini. Terutama Bawaslu sebagai lembaga pengawasan saya lihat seperti takut terhadap pejabat pemerintah daerah ini,” tutupnya.

Reporter : Engel

Disarankan Untuk Anda :