Mobil yang Ditumpangi Kontraktor Inpex Alami Kecelakaan Akibat Ban Meletus

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Kejadian Kecelakaan mobil Kijang Innova dengan nomor polisi, W 1681 TX, di jalan poros, tepatnya di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, sekitar pukul 15.10 WIT, diduga pecah ban dan patah tirod akibat kecepatan tinggi. Penumpangnya merupakan kontraktor INPEX yang sedang melakukan survey di Kecamatan Tanimbar Selatan.

Menurut salah satu saksi mata, mobil yang sedang melaju di jalan. Ir. Soekarno itu tiba-tiba meletus bannya dan langsung menabrak pohon pada pembatas jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun apabila tidak menabrak pohon, bisa berdampak pada pejalan kaki.

Baca Juga

Senior Specialist Media Relation Inpex Corporation, M.Nunung Kurniawan, saat dihubungi media Simpul Rakyat pada Sabtu, (09/11/2019) malam, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi kecelakaan tunggal mobil dari salah satu kontraktor INPEX di Jalan Poros, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saat itu mobil berjalan pada kecepatan 40 km/jam, dibawah kecepatan maximal yang diperbolehkan oleh aturan keselamatan kami yakni 60 km/jam, tiba-tiba ban kanan depan meletus. Mobil hilang kendali, naik ke pembatas jalan dan terhenti oleh pohon,” ujarnya.

Ia menambahkan, telah dilakukan test alkohol ke pengemudi setelah kejadian dan pengemudi dinyatakan bebas alkohol. Pengemudi juga telah memiliki sertifikasi defensive driving atau mengemudi yang aman. Selain itu, mobil juga telah dilakukan pengecekan setiap hari oleh kontraktor INPEX sebelum dipakai dan dinyatakan aman untuk dipakai.

Menurut Kurniawan, hal-hal tersebut adalah langkah pencegahan yang mereka terapkan baik pada karyawan INPEX maupun kontraktor INPEX agar tidak terjadi kecelakaan ataupun meminimalkan risiko kecelakaan dalam berkendara.

“Insiden bisa terjadi karena faktor lain sehingga  penting bagi kami memastikan aturan keselamatan dipatuhi dan diterapkan baik oleh karyawan INPEX maupun kontraktor INPEX saat mengemudi kendaraan,” katanya.

Perlu diketahui bahwa di dalam sebuah perusahaan migas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan prioritas utama, dengan tujuan agar mencegah terjadinya kecelakaan kerja, mencegah tindakan tidak aman dan kelancaran proses kerja. Acuannya adalah UU No.1 tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Keputusan Menteri Kesehatan No.315/MENKES/SK/III/2003 tentang Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Reporter: Marcel Kalkoy

Disarankan Untuk Anda