Mahasiswa Desak Polres Sinjai Usut Kasus Dugaan Korupsi IFK Dinas Kesehatan

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Sinjai – Puluhan peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sinjai memadati depan kantor Polres Sinjai, dalam rangka aksi demonstrasi, menuntut penuntasan dugaan korupsi pengadaan Istalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai.

“Kami meminta polisi tegas mengusut kasus dugaan korupsi itu. Dan kami minta penanganan tidak main-main,” kata Penanggungjawab Aksi, Saiful, Kamis (22/8/2019).

Baca Juga

Menurutnya, pengadaan alat penunjang IFK ini dianggarkan pada tahun 2016 silam yang bersumber dari APBN dengan jumlah anggaran Rp 2 Milyar lebih yang dikerjakan oleh CV Mega Rezki.

Selain itu, Iful juga mengurai dugaan Kolusi dan Nepotisme (KKN) panitia lelang tender LPSE Sinjai yakni, dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang oleh panitia pokja ULP “Pekerjaan lanjutan pembangunan gedung Islami Center” dimana, berdasarkan berita acara, gagal lelang pada hari Senin 24 Juni tahun 2019 dengan no. 01/BALG/P3.PBJ/SJI/2019.

Lanjut dia, telah dinyatakan gagal lelang karena sanggahan dinyatakan benar, artinya panitia tidak bekerja secara profesional dalam melakukan evaluasi, tapi semata-mata bekerja untuk mengatur dan memenangkan tender bagi perusahaan yang diarahkan.

“Dimana dugaan tersebut telah dilaporkan juga di Reskrim Polres Sinjai, kok samapai hari ini belum ada kejelasan, ada apa dengan penegak hukum di Sinjai,” kesal Iful.

Ia menyayangkan sampai saat ini kasus itu belum tuntas. Padahal, polisi sudah lama melakukan penyelidikan. Bahkan, sampai saat ini belum terlihat adanya kemajuan yang signifikan dari kasus itu. Pihaknya menegaskan, polisi jangan lamban menangani kasus ini.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sinjai Ipda Bondan Wicaksono mengatakan, ketika dirinya telah memeriksa pihak kepala Dinas Kesehatan yang diduga terlibat dalam kasus pengadaan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Dr Andi Suriyanto Asapa, terakhir kami periksa untuk dimintai keterangannya.

“Jangan hawatir semua laporang yang masuk di Reskrim Sinjai kami akan tidak lanjuti, salahsatunya pengadaan alat penunjang IFK Dinas Kesehatan dan laporan dugaan KKN panitia lelang tender LPSE Sinjai,” terang Ipda Bondan.

Reporter: Rasyid

 

Berita Menarik Lainnya