Meski Diabaikan, Kontraktor Lokal Hery Tanjaya Selalu Sayang Tanimbar

  • Whatsapp
Hery Tanjaya

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Pembangunan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), yang telah dirubah namanya menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terus berjalan setiap saat.

Hal ini tidak terlepas dari adanya kontribusi pengusaha/kontraktor lokal yang berada di Kepulauan Tanimbar. Mereka terus berkarya dalam bidangnya dengan tujuan membangun Bumi Duan Lolat tercinta ini menjadi lebih baik.

Baca Juga

Wajah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang berusia 20 tahun ini telah menjadi indah dan cantik selayaknya seorang gadis yang beranjak dewasa. Hal itu menjadi ketertarikan tersendiri bagi para pria “hidung belang” yang ingin menikmatinya.

Sama halnya seperti Kabupaten tercinta ini. Banyak pengusaha/kontraktor luar daerah yang mampir dan sekadar ingin menikmati keuntungan finansial dari perkembangan pembangunannya yang terlihat menggiurkan, bak perumpamaan “seperti anarinyo colo panta“.

Padahal tanpa disadari, kontraktor – kontraktor lokal lah yang telah bersusah payah membangun dan memperindah Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini walaupun dengan anggaran yang minim, bahkan keuntungan yang hampir sama sekali tidak ada.

Hery Tanjaya, pria berusia 69 tahun, kelahiran Saumlaki ini adalah salah satu pengusaha/kontraktor lokal yang menjadi contoh tidak pernah dilibatkan lagi oleh pemerintah daerah dalam pembangunan di negeri duan lolat ini.

Padahal, kontribusi Hery Tanjaya cukup besar sejak Kabupaten ini dimekarkan. Misalnya, awal pembukaan jalan poros kota Saumlaki, dimana dengan kemampuan seadanya dan anggaran pembangunan yang sangat terbatas namun tetap berusaha membuka akses jalan poros yang saat ini berdiri megah kantor-kantor pemerintah daerah, Tugu Soekarno dan telah dinikmati oleh ribuan masyarakat kota Saumlaki.

Om Hery panggilan akrabnya, juga sempat mengerjakan reklamasi penimbunan pasar Saumlaki dan kemudian dilanjutkan oleh pengusaha lain dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kepulauan Tanimbar untuk berdagang dan mencari nafkah.

Selain itu, jalan penghubung antara perumahan warga di belakang Kantor Pengadilan Negeri Saumlaki menuju jalan poros, juga dibangun oleh Hery Tanjaya dan itu semata – mata hanya untuk menolong masyarakat yang bertempat tinggal disitu. Dan pada akhirnya, lewat negosiasi dengan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, tanah tersebut direlakannya untuk membuka akses jalan yang lebih lebar antara jalan poros hingga jalan poros dua.

Jasa besar yang telah dilakukan dalam berkontribusi membangun Tanimbar tercinta ini namun dilupakan begitu saja dengan hadirnya pengusaha/ kontraktor luar yang datang dan mengelabui masyarakat Tanimbar lewat pembangunan yang notabene terkesan amburadul. Hanya mencari keuntungan semata tanpa memperdulikan dampak buruk yang dirasakan oleh masyarakat Tanimbar.

“Yang Penting Untung Besar Sudah Senang, Biarin Masyarakat Tanimbar Makin Susah,” begitulah kira – kira kata mereka.

Contoh kongkritnya adalah, proyek pembangunan trotoar dan drainase Tahun Anggaran 2018 yang dikerjakan oleh PT RJK kontraktor asal Papua. Pembangunan proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah ini terkesan asal – asalan sehingga dampaknya terjadi banjir dimana – mana karena manfaat dari proyek drainase tersebut tidak ada. Akhirnya bisa dikatakan kalau proyek tersebut masuk kategori “Proyek Mercusuar” yang bisa dilihat tapi tidak bisa dinikmati. (MK)

Berita Menarik Lainnya