SimpulRakyat.co.id, Tobelo Halmahera Utara – Mengutarakan kebanggaannya bisa berkabung bersama 68 orang lainnya dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang berasal dari 34 propinsi, hal ini yang diungkapkan Welna Lahengko, asal propinsi Maluku Utara dari kabupaten Halmahera Utara.
“Awalnya, saya merasa canggung karena berbeda dialek dan bahasa. Tapi kemudian, saya beradaptasi dengan mereka (kawan-kawan),” kata Welna, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara, Freddy Tjandua, Senin (26/08).
Dia juga, menceritakan pengalaman menarik, waktu dirinya berjabat tangan dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo.
“Ada sebuah pengalaman menarik, yang tidak mungkin saya lupakan yaitu, pada saat saya bersalaman dengan Presiden Joko Widodo. Kalian tahu, selama dua hari berturut, saya mandi tetapi tidak membasahi telapak tangan saya. Soalnya tangan pak Presiden, lembut sekali,” ketus Welna diringi tawa Sekda yang diikuti oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain.
Selain itu, dirinya (Welna) juga mengungkapkan, terbesit dalam ingatannya persoalan titipan pesan warga desanya, tempat dia berdomisili.
“Saya tinggal do desa Bori kecamatan Kao Utara, ayah saya juga berprofesi sebagai petani, begitu juga dengan warga yang lain. Waktu saya ke Jakarta, saya dititipkan pesan, untuk mengatakan, tolong naikan harga kopra. Tiba saatnya saya diwanwancarai, maka itu yang saya katakan, harga Kopra di Halmahera Utara tolong dinaikan,” ungkapnya diselingi tepuk tangan dan tawa riuh.
Sekadar diketahui, Welna Lahengko, bersekolah di SMK Bina Talenta Pediwang. Sementara, orang tuanya hanya perprofesi sebagai seorang petani, bertempat tinggal di desa Bori kecamatan Kao Utara.
Reporter: Reynold


Tinggalkan Balasan