SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Laskar Pemuda Jeneponto mengeluarkan peringatan keras kepada pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jeneponto agar lebih berhati-hati dalam penjualan BBM.

Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya praktik penimbunan BBM yang berpotensi menyebabkan kelangkaan menjelang Idulfitri.

Koordinator Program Laskar Pemuda Jeneponto, Hendra Wijaya, menegaskan bahwa penyimpangan dalam distribusi BBM sudah menjadi isu nasional, mulai dari dugaan korupsi hingga praktik penimbunan di daerah.

“Tim investigasi kami menemukan beberapa modus kecurangan dalam penimbunan BBM, seperti pembelian menggunakan jeriken pada dini hari, modifikasi tangki kendaraan roda dua dan empat agar kapasitasnya lebih besar, serta pembelian berulang di berbagai SPBU,” ungkap Hendra ke Simpul Rakyat saat  wawancara di sekretariat Laskar Pemuda Jeneponto, Selasa (18/3/2025).

Hendra juga mengingatkan bahwa jika praktik ini terus berlanjut, bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga melanggar hukum.

“Kami memberikan peringatan keras kepada pemilik SPBU agar lebih selektif dalam penjualan BBM, karena jika terjadi kelangkaan menjelang Idulfitri, masyarakat yang akan merasakan dampaknya,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Laskar Pemuda Jeneponto berencana berkonsultasi dengan pihak Polres Jeneponto untuk mengantisipasi permasalahan ini.

“Kami akan bersurat kepada Polres Jeneponto agar dilakukan mediasi dengan seluruh pemilik SPBU di wilayah ini guna mencari solusi atas permasalahan distribusi BBM,” pungkas Hendra.

Peringatan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi BBM agar tidak terjadi penyalahgunaan yang merugikan masyarakat luas.