SimpulRakyat.co.id, Luwu – Pejabat adalah satu orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki jabatan tertentu di eksekutif. Pejabat harusnya dapat menjadi pelayan dan contoh yang baik di tengah Masyarakat.

Sayangnya, sejumlah oknum tidak mencerminkan prilaku sebagi pejabat saat mengikuti kegiatan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Luwu 2025-2045 yang digelar di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu, pada Selasa (21/5) siang.

Sejumlah pejabat, baik pada tingkat eselon III maupun pejabat eselon II nampak bermain Handphone (HP) di tengah berlangsungnya kegiatan. Mereka nampak tidak memperhatikan Sambutan yang dibacakan PJ Bupati Luwu, Muh Saleh.

Ada yang membuka handphone untuk sekadar membalas pesan WhatsApp, ada pula berfoto selfie, hingga ada pejabat yang membuka handphone untuk bermain game saat sambutan orang nomor satu di Kabupaten Luwu itu.

Padahal menurut Muh Saleh, RPJPD saat ini sangat penting karena akan menjadi penentu nasib generasi penerus di Kabupaten Luwu hingga 20 tahun kedepan.

“Ini sangat penting, karena ini rencana pembangunan untuk 20 tahun kedepan, sehingga saya sebagai Pj Bupati ingin meletakkan landasan melalui program yang kuat, sehingga bisa dirasakan generasi kedepan. Ini harus sejalan dengan RPJPN, di mana Indonesia ingin menjadi Indonesia Emas, saya lihat di sini akan menjadi Luwu yang cerdas berkelanjutan berbasis agribisnis,” kata Muh Saleh.

Senada dengan Muh Saleh, Ketua II DPRD Kabupaten Luwu, Zulkifli mengingatkan pentingnya RPJPD kali ini.

“Ini sangat penting, kita menyesuaikan dengan RTRW (rencana tata ruang wilayah) yang kita susun, karena berlaku 20 tahun kedepan. Bagaimana mempertimbangkan sumberdaya alam, perlu kita kombain bersama. RPJP dituntut mendapat data yang benar, berkualitas, bagaimana kita menyusun perencanaan dengan benar, jika data tidak akurat dan tidak faktual,” kata Zulkifli.

Lebih jauh, Zulkifli berharap RPJPD kedepan bukan hanya melihat faktor-faktor lokal, namun juga mempertimbangkan perkembangan global.

“Kami akan mengawal RPJP kali ini, bagaimana industri, iklim, kita harus pikirkan secara global,” kuncinya.