SimpulRakyat.co.id, Luwu – Kepala Puskesmas Larompong Selatan, Reski Wahyudi angkat bicara terkait protes warga yang menyoroti kinerjanya. Satu-persatu poin tuntutan yang menjadi laporan masyarkat tersebut ia luruskan.

“Mengenai anak sukarela atau honorer warga Desa Sampano yang katanya semena-mena saya keluarkan, adalah hal yang sama sekali tidak benar. Selama saya menjabat sebagai Kapus Larsel selama 1 tahun 4 bulan, yang benar adalah mereka minta mengundurkan diri. 1 laki laki kerja di morowali, 3 orang bidan ikut suami, satu tenaga kontrak cleaning servis mengundurkan diri, 1 orang penjaga kantor mengundurkan diri pindah kerja dan semua menghadap keruangan baik-baik minta,” kata Reski, Rabu (15/12).

Selanjutnya, terkait tuduhan yang dilempar kepadanya menyebutnya telah menegur orang tua dengan cara tidak manusiawi, juga turut dibantah Reski. Ia justru kerap mengingatkan stafnya pada saat apel untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan salam senyum sapa. Pasalnya, prokes dengan masker wajib ditegakkan dengan adanya 8 orang staf puskesmas yang telah terjangkit Covid-19.

“Mengenai kinerja, alhamdullilah perubahan yang maksimal mulai dari gedung, pagar, pengadaan air puskesmas terutama sistem layanan, terus ditingkatkan, sistem SDM tenaga nakes di puskesmas Larsel yang memiliki STR yang non ASN saya selaku kapus berikan tanggung jawab penuh mengelolah program dan yang lain ikut di program program puskesmas selanjutnya 6 bidan desa yang sudah tahunan ada yang lebih 10 tahun sukarela ditempatkan di desa tanpa gaji sepeserpun saya kontrak dari jasa JKN dan menambah tenaga dokter umum yang selama ini kami cuman 1 dokter alhamdulillah 1 dokter ASN 1 dokter kami kontrak. Alhamdullillah selama menjabat belum pernah ada masyarakat mengeluh keruangan saya tentang layanan puskesmas Larompong Selatan terkecuali tentang sistem rujukan yang memang tidak boleh asal merujuk sesuai aturan BPJS,” tambah Reski kepada wartawan SimpulRakyat.co.id.

Reski menceritakan, jika Puskesmas Larsel di bawah kepemimpinannya semakin membaik, misalnya dalam hal kedisiplinan. Dirinya mengusulkan pemasangan cheklok online bagi para ASN maupun non ASN yang terkoneksi langsung ke server BKPSDM sehingga dapat meningkatkan kedisiplinan dan profesional.

Terkhir, Reski meminta Pemkab Luwu untuk segera menurunkan tim Investigasi untuk mencari titik terang dari permasalahannya.

“Semoga Allah SWT. selalu membimbing saya selaku Pimpinan di PKM Larompong selatan jabatan adalah Amanah yg wajib saya emban dan saya meminta silahkan di investigasi,” tutupnya.

Terpisah, di hari yang sama, Kasubag Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Jumardi dengan cepat turun langsung ke lapangan melakukan klarifikasi. Meski irit bicara, ia mengaku telah mengantongi sejumlah informasi untuk perbaikan kedepannya.

“Sudah ada penjelasan dari pak Kapus, dan tadi kita bersama tim sudah turun langsung di lapangan untuk mendengarkan langsung pendapat masyarakat. Kami sudah tau faktanya, biarlah itu menjadi pertimbangan kami kedepannya,” kata Jumardi.

Diberitakan Sebelumnya, masyarakat kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, meminta kepala Puskesmas Larompong Selatan, RS untuk dipindahkan.

Hal itu ditandai dengan adanya surat petisi yang dikirimkan ke Pemda Luwu.

Dalam surat tersebut menyebutkan jika RS kerap melanggar etik, juga menyoroti kinerjanya yang dianggap kurang baik.

“Masyarakat tidak menyetujui RS lagi sebagai kepala Puskesmas Larompong Selatan, Karena sifat yang di miliki dan kinerja yang tidak bagus menurut pasien terlalu kasar, dasar inilah kami inginkan dimutasi jabatannya ( dipindahkan),” tulis surat yang ditandatangani 157 orang tersebut, seperti yang diterima redaksi SimpulRakyat.co.id, pada Selasa, (14/12) siang.

Baca: Masyarakat Minta Kapus Larsel Dimutasi

Reporter: M Fatwa
Editor: Ahmad