SimpulRakyat.co.id, Luwu Timur – Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang digelar SMA Negri 10 Luwu Timur (Lutim) dilakukan dua sesi perhari, pasalnya Vaksinasi covid 19 sudah mencapai 90 persen untuk siswa.

“Awalnya kami melakukan satu sesi saja, namun setelah melihat perkembangan Covid 19 yang kian melandai, ditambah siswa kami sudah melakukan vaksin mencapai 90%,” ungkap Iwanuddin Kepala Sekolah SMA negeri 10 Lutim saat wawancara awak media Simpulrakyat.co.id, Rabu (17/11/2021).

Proses pembelajaran PTMT awalnya dilakukan hanya satu sesi perhari, dan itu hanya dilakukan tiga jam saja di sekolah, selebihnya tetap dilakukan secara online (daring).

Iwanuddin menambahkan, pihaknya tidak ingin lagi ada siswa yang mengeluh, karena terbebani untuk beli kuota sebab metode pembelajaran dilakukan secara daring.

“Kami bersama dewan guru dan komite menetapkan, PTMT dilakukan dua sesi saja, tidak ada lagi pembelajaran daring, semua luring, hanya saja dilakukan dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 7.15 sampai 10.00 dan sesi kedua, pukul 10.15 sampai 13.00 dan juga tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat diantaranya murid wajib pakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,” tutur Iwanuddin yang kerap disapa Iwan.

Gilbert Meisar Layuk, salah seorang siswa kelas X IPA I mengatakan, ia sangat mengapresiasi atas tindakan yang diambil oleh dewan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan dua sesi ini.

“Saya senang sekali, bisa kembali berkumpul di sekolah, bertatap muka dengan guru, daripada harus daring,” ungkapnya

Iwan menambahkan, siswa yang masuk pada sesi pertama tidak lagi diperkenankan tinggal di sekolah, karena dikhawatirkan berkumpul, jadi tidak ada lagi istilah jam istirahat.

“Dengan waktu yang terbatas ini, kami pada satuan pendidikan dipacu untuk menyelesaikan semua pokok bahasan, karena diakhir November hingga awal Desember akan dilaksanakan ujian semester ganjil tahun 2021/2022, ” kata Iwan, lelaki berdarah Selayar ini.

Pewarta : Nasution
Editor : Nasution