Inpex dan Tanggung Jawab Sosialnya
Tak dipungkiri oleh khalayak bahwa keberadaan Inpex Masela Ltd di wilayah Tanimbar selama ini memang memberi dampak yang luar biasa bagi perkembangan sumber daya manusia masyarakat Tanimbar. Terutama melalui program-program CSR (Corporate Social Renponsibility) yang sustainable untuk masyarakat sekitar.
Sebagai kontraktor di dunia migas, Inpex Masela pastilah bukan perusahaan kaleng-kaleng alias perusahaan kemarin sore.
Sudah tentu tidak diragukan lagi profesionalitasnya. Menarik disini adalah kepedulian Inpex pada pemberdayaan masyarakat lokal melalui program CSR-nya.
Lewat program CSR itu, Inpex Masela telah melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, termasuk pemberian beasiswa bagi para siswa dan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.
Hal ini merupakan dampak positif kehadiran Inpex Masela Ltd di tengah masyarakat Maluku tentunya.
Selain Perubahan Iklim yang menjadi konsen utamanya, program-program berkesinambungan di bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan usaha menengah kecil menjadi harapan bangsa Indonesia, Maluku terlebih dua kabupaten terdampak langsung.

Kisah Manis Piter Bersama Inpex
Ketika saya mencari informasi mengenai manfaat apa saja yang sudah dirasakan masyarakat Tanimbar dari program-program Inpex Masela selama ini, hati saya tersentuh mengenang salah satu kisah sukses seorang pemuda yang hidupnya berubah setelah mengikuti program Inpex.
Pemuda itu bernama Piter Titirloloby. Dia berasal dari sebuah desa kecil di bagian utara Pulau Yamdena (Kepulauan Tanimbar), benama Keliobar.
Sore 10 Agustus 2021, saya mencoba menghubungi Piter lewat telepon selulernya karena penasaran ingin mendengar langsung kisah sukses itu dengan telinga sendiri.
Dari diskusi kami, saya baru tahu kalau ternyata Piter seorang anak piatu. Dia ditinggal pergi sang ayah sejak masih SMP, sedangkan ibunya di Papua. Kondisi yang sangat pelik bagi Piter muda waktu itu tentunya.
Kehidupan yang serba sulit memaksa Piter untuk harus berjibaku membanting tulang melakukan berbagai pekerjaan kasar dan berat. Menjadi tukang pikul, penjual kopra, kuli bangunan dan menarik ojek merupakan bagian dari aktivitas kesehariannya demi bertahan hidup.
Sampai akhirnya keberuntungan menemui dirinya di tahun 2013. Saat itu Piter mengikuti salah satu program CSR Inpex Masela di bidang pendidikan, yaitu program “English For Community Empowerment”.
Waktu itu dia merupakan mahasiswa di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Saumlaki, jurusan Bahasa Inggris. Namun pekerjaan sebagai tukang ojek tak pernah ditinggalkan.
Dalam perjalanannya, Piter berjumpa seorang trainer benama Doni Indra (sebut saja Mr D) yang merupakan pengajar dalam program tersebut. Mr. D sendiri adalah karyawan dari partner implementasi program bahasa inggris yang ditunjuk Inpex, yaitu Jakarta English Training (JET). Pertemuan dengan Mr. D itulah yang menjadi titik balik dalam kehidupan Piter.
“Waktu itu pak Doni melakukan seleksi untuk program Tanimbar English Club di Saumlaki. Saya ikut juga. Karena mereka fokus pada creative dan innovative teaching jadi beliau bilang saya untuk coba buka kursus (bahasa inggris) kecil-kecilan di rumah warga.” tutur Piter sembari menceritakan keikutsertaannya dalam program itu.
Atas saran Mr D, Piter kemudian membuka kursus bahasa inggris di kota Saumlaki. Berbekal ilmu pengetahuan yang dimiliki dan hasil belajar dalam program pelatihan bahasa inggris dari Inpex, Piter mulai mengajar beberapa murid baru dari rumah ke rumah.
Biaya kursus yang diberikan di awal hanya sebesar Rp25.000 per bulan untuk satu orang anak. Namun seiring waktu berjalan praktek kursusnya mulai ramai dan banyak peminat sehingga dia naikan biayanya. Mulai dari Rp50.000, Rp100.000 dan bahkan Rp200.000 per bulan.
“Tahun 2015 siswa yang mendaftar dengan kategori 200.000 per bulan mencapai 30 orang, dan itu saya mobile teacher. Waktu itu sempat kewalahan jadi beberapa siswa saya tidak lanjut. Saya bersyukur karena lewat program belajar bahasa Inggris dari Inpex saya bisa seperti ini,” ungkapnya dengan nada semangat.
Dari apa yang diperoleh, Piter kemudian memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai tukang ojek dan memilih fokus menjadi guru privat. Semangat dan kepiawaian Piter mengkolaborasi metode mengajar bahasa inggris membuat warna tersendiri bagi anak didiknya. Gairah belajar mereka terus naik dan bahkan menciptakan prestasi.
“Beberapa murid saya dari tingkat SMP dan SMA terpilih dalam program pertukaran siswa ke Darwin (Australia) yang diselenggarakan pemerintah daerah. Itu hal yang membanggakan sekali,” kata Piter bangga.
Dengan semua yang didapat dari program pelatihan bahasa inggris Inpex Masela, dan juga berkat bimbingan Mr. D selaku mentor (pelatih), Piter sukses mengembangkan kursus bahasa Inggrisnya di sekitaran kota Saumlaki hingga ke kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara.
Bersaing Menjadi yang Terbaik
Piter si anak desa yang berbakat ini tak pernah gentar di tengah pesatnya arus persaingan dalam kehidupan di sekitarnya. Kegigihan memperjuangkan impiannya terus ditunjukkan dalam setiap kesempatan.
Suatu kali saat seleksi para mahasiswa oleh Inpex Masela untuk diikutisertakan dalam kegiatan International Petroleum Association yang diselenggarakan oleh Indonesian Petroleum Association di Manado tahun 2013, Piter terpilih sebagai salah satu perwakilan mahasiswa Tanimbar dalam kegiatan itu.
“Mereka terpilih setelah melewati seleksi ketat dari masing-masing kampus,” ujar Donny Rijalludin selaku Specialist Social Investment Inpex Masela Ltd, saat dikonfirmasi.
Luar biasanya, kelompok Piter ini meraih penghargaan sebagai peserta dan kelompok terbaik dalam salah satu acaranya.
Hal ini membuktikan kalau mahasiswa Tanimbar tak ketinggalan dari mahasiswa daerah lain. Sekurang-kurangnya Piter dan teman-temannya membawa nama harum bagi Tanimbar. Ini berkat Inpex juga.
Belum selesai prestasi demi prestasinya, Piter juga terpilih sebagai salah satu pengajar lokal dalam program pelatihan bahasa inggris Inpex Masela di Tanimbar.
Dia beserta beberapa rekannya ditugaskan mengajar siswa-siswi tingkat SD yang sekolahnya sudah menjalin kerjasama dengan Inpex. Tentu ini merupakan misi perutusan dan tanggung jawab yang tidak kecil baginya.
Berbagai prestasi yang diciptakan Piter tentu menjadi perhatian pihak kampus sehingga dia diberi bantuan beasiswa untuk melanjutkan studi ke jejang Magister (S2).
Saat ini Piter sang anak desa telah menjadi dosen bahasa inggris di kampusnya tempat dia belajar dulu.
Keberhasilan seorang Piter dan prestasi yang diraih anak didiknya tak lepas dari campur tangan Inpex Masela Ltd, selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Masela.
Inpex dinilai telah sukses meningkatkan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Tanimbar melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan.
Hal Ini merupakan bentuk nyata multiplier effect yang dirasakan langsung masyarakat daerah yang menjadi mitra bagi proyek Blok Masela ini.
Penutup
Saya yakin ada banyak Piter lain yang nasib dan masa depan cerahnya berubah dengan kehadiran Inpex Masela bersama program-program pendidikan untuk memberdayakan masyarakat lokal, Tanimbar khususnya.
Saya juga penasaran ingin mendengar dan merasakan sendiri kisah-kisah sukses itu, terutama gelora di dada mereka yang penuh pengharapan akan kondisi yang lebih baik bagi diri, keluarga dan kampungnya.
Belum onstream saja, dalam artian belum dimulainya proses produksi tahun 2027 nanti, program-program pemberdayaan yang menjadi rencana berkelanjutan dari CSR Inpex Masela sudah berbuah manis.
Piter sebagai salah satu buktinya. Kita semua penasaran perubahan-perubahan baik apa yang akan terjadi di Tanimbar di kemudian hari.
Kedepannya ini juga menjadi tanggung jawab moral anak-anak Tanimbar, baik pemangku jabatan di pemerintahan, di bidang swasta atau masyarakat biasa pada umumnya untuk tetap konsisten dan gigih memperjuangkan nasib baiknya.
Tentunya juga mempertanggung jawabkan semua anugrah alam yang Tuhan berikan kepada mereka.
Program CSR Inpex Masela menjadi salah satu kendaraan untuk melaju menuju peradaban yang baru, baik di bidang ekonomi maupun di bidang budaya kehidupan masyarakat Tanimbar.
Selain mengucap syukur, masyarakat Tanimbar tetap perlu mengawal dan menjadi pelaku yang bertanggung jawab dalam seluruh program yang Inpex Masela canangkan dalam visi besarnya demi kehidupan dunia yang lebih baik.
Penulis: Marcel Kalkoy
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan