SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta pemerintah mendukung riset dan produksi vaksin dalam negeri.
Hal itu disampaikan Mulyanto dalam keterangan tertulisnya kepada media di Jakarta, Rabu (25/8).
“Semestinya pemerintah memprioritaskan pembangunan pabrik vaksin Merah Putih, bukan malah mempromosikan pabrik vaksin dari China,” kata Mulyanto.
“Apalagi para ahli kita mampu memproduksi vaksin tersebut. Inikan kontra produktif,” tambah Politisi Fraksi PKS ini.
Lanjut dikatakan, Komisi VII DPR RI mendapat laporan dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahwa riset Vaksin Merah Putih berbasis platform virus yang dimatikan (inactivated virus) tengah dilakukan uji praklinis (clinical lots) dan akan dilanjutkan dengan uji klinis fase 1-3.
Diketahui, Emergency Use Authority (EUA) untuk vaksin yang dipelopori Universitas Airlangga ini diperkirakan dikeluarkan BPOM pada Maret 2022 mendatang, sehingga vaksin tersebut dapat diproduksi massal bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals.
“Selain itu dilaporkan juga saat ini BPOM tengah melakukan uji praklinis Vaksin Merah Putih ini,” terang Mulyanto.
Ia juga menjelaskan, dalam Konsorsium Riset Covid-19, yang dikoordinasikan BRIN, ada 11 platform riset vaksin Merah Putih yang dijalankan oleh 6 lembaga riset pemerintah dan perguruan tinggi, yakni LBM Eijkman, LIPI, UI, ITB, Unair, dan UGM.
Reporter: Abd Gaffar
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan