SimpulRakyat.co.id, Tanimbar – Peserta lomba fashion show Putri Cilik dan Putri Remaja Indonesia Maluku asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan orangtua peserta dikabarkan tinggal di emperan hotel Marina di kota Ambon, Maluku, setelah chek out pada Rabu (26/5) malam.

Sesuai pengakuan salah satu orangtua peserta bernama Yosina Kelbulan, sebelum acara grand final berakhir pada pukul 00.30 WIT (Kamis 27/5 dini hari), mereka diminta chek out dari hotel.

Setelah acara berakhir merekapun bingung mau kemana. Bahkan para peserta lomba mau berganti pakaian harus numpang di kamar orang lain karena tidak ada tempat/ruangan untuk dipakai.

Merekapun akhirnya beristirahat di emperan hotel Marina hingga pagi menjelang.

Kata ibu Yosina, sebelumnya mereka diminta mencari keluarga masing-masing di kota Ambon dan tinggal sambil menunggu jadwal keberangkatan pulang ke Saumlaki Jumat (28/5) besok.

Namun karena tidak ada sanak family di kota Ambon, mereka hanya bisa bertahan di emperan hotel tersebut saat ini. Mereka berharap secepatnya ada perhatian pihak Pemda Kepulauan Tanimbar atas kondisi mereka.

Sebagai informasi, acara fashion show Putri Cilik dan Putri Remaja Indonesia Maluku diselenggarakan di hotel Marina di kota Ambon, Maluku. Olehnya itu para peserta asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar diarahkan nginap disana demi efisiensi waktu.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Kepulauan Tanimbar, M Batlolona, MT, menjelaskan bahwa peristiwa itu hanya mis-komunikasi antara pendamping dan orangtua peserta lomba.

Selain itu, kata dia, dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Pemkab Kepulauan Tanimbar hanya membiayai keenam peserta lomba saja, tidak termasuk orang tua mereka.

Biaya yang dimaksud Batlolona adalah, biaya transportasi, penginapan selama berada di kota Ambon, makan minum, uang saku dan lain-lain.

“Karena waktunya cukup mepet waktu itu jadi dua dinas ini diminta menanggulangi perjalanan dari keenam finalis ini ke Ambon. Oleh karena itu yang kami fasilitasi adalah dari perjalanan mereka dan penginapan mereka selama mereka ikut audisi. Yang kami fasilitasi adalah pesertanya saja. Kalau toh ada orang tua mau mendampingi, silahkan tapi menggunakan biaya sendiri,” kata Batlolona di ruang kerjanya, Kamis (27/5).

Dia berharap, masalah tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik antara orangtua peserta lomba dan pihak pendaping guna mencari solusi dan jalan keluarnya.