SimpulRakyat.co.id, Soppeng – Dusun Ongkoe Terletak di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, dinilai masih tertinggal.
Bahkan, warga Soppeng sendiri kurang mengenal daerah tersebut yang jaraknya hanya sekitar kurang lebih 4 hingga 5 Km dari belakang Kantor Bupati Soppeng.
Meski berada di belankang Kantor Bupati, warga setempat mengalami kesulitan mengakses sarana air bersih dari PDAM, penerangan lampu jalan.
Selain itu, kondisi jalanan yang berbatu cadas dan menanjak, warga juga sulit mengakses signal jaringan komunikasi yang dapat menunjang untuk anak sekolah belajar via online.
Warga harus rela berjalan kaki ke atas gunung atau naik motor ke kota untuk mendapatkan signal agar bisa belajar di tengah masa pandemi Covid-19 ini.
Salah seorang warga yang enggan namanya ditulis mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung lama bahkan sudah puluhan tahun, namun kadang hanya janji dan harapan yang mereka dengar dan dapatkan dari pemerintah, terlebih lagi bila tiba masa Pemilu.
“Banyak yang datang menawarkan segudang janji dan harapan, namun semua itu hanya dongeng bagi kami warga Ongkoe,” katanya, Sabtu (22/5).
Lanjut dikatakan, warga Ongkoe yang sehari-hari hanya bekerja sebagai petani dan pedagang sayur hanya menggunakan air sungai yang keruh di sisi kampung mereka untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi.
“Sebagian dari kami kadang mengeluh gatal, namun mau diapa hanya itu yang kami bisa pergunakan untuk sehari-hari,” keluhnya.
Dari persoalan ini, warga Ongkoe berharap agar bisa merasakan fasilitas seperti orang-orang yang ada di kota Kalong itu.
Berikut fasilitasi yang dibutuhkan, di antaranya sarana air bersih (PDAM), lampu jalan untuk penerangan, tower untuk jaringan telekomunikasi, perbaikan jalan (aspal), serta fasilitas kesehatan seperti Posyandu dan layanan kesehatan yang lain di daerah tersebut.
Sekadar diketahui, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Soppeng. (Andi Askar)


Tinggalkan Balasan