Terduga Penganiayaan Wartawan Belum Ditahan, Praktisi Hukum Kritik Kinerja Polres Tanimbar

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Tanimbar – Praktisi hukum asal Tanimbar, Isai Wuritimur SH MH menyoroti kinerja Kepolisian Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) soal penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan Nuansarealitanews.com oleh oknum pejabat Pemda setempat.

Menurut dia, polisi dinilai kurang serius menangani kasus tersebut lantaran masih membiarkan para terduga pelaku berkeliaran bebas di tengah masyarakat.

Baca Juga

“Saya nilai polisi di Tanimbar kurang serius. Kenapa, karena sampai sekarang para pelaku belum ditahan, mereka masih bebas berkeliaran. Padahal, harusnya mereka ditahan dulu setelah korban melapor kejadian itu.”

“Dimana-mana juga begitu, orang yang menganiaya orang lain, itu langsung ditahan, barulah proses selanjutnya. Kalau yang ini tidak. Apakah karena dia (pelaku) seorang pejabat sehingga polisi takut? Kalau nanti ada proses kekeluargaan, ya itu nanti, tapi pelaku harus ditahan terlebih dahulu supaya masyarakat tahu bahwa polisi sebagai penegak hukum bekerja sudah profesional,” kata Isai Wuritimur kepada media ini, Selasa (20/4/2021).

Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku telah bertemu korban dan meminta maaf. Hal itu dilakukan karena mengaku baru tahu kalau ada hubungan keluarga dengan si korban.

Olehnya itu, pelaku telah melakukan penyelesaian kekeluargaan secara adat dan tradisi Tanimbar.

Mengenai penyelesaian secara kekeluargaan (adat) tersebut, Wuritimur mengaku bahwa masyarakat Tanimbar tidak bisa lepas dari budaya dan tradisi sehingga kadang proses penyelesaian sebuah masalah dilakukan secara adat.

Namun kata dia, hukum juga tetap ditegakkan agar memberikan rasa keadilan bagi masyarakat disana.

“Saya akui bahwa adat kita Duan-Lolat di Tanimbar sangat bagus dan itu kita hormati, tapi harus diproses juga supaya ada efek jera kepada pelaku kejahatan. Adat, kita junjung tinggi tapi hukum juga harus ditegakkan.”

“Kalau habis pukul atau bunuh dia terus aman, tidak ada jera namanya. Ah, nanti kan gampang saya buat damai. Ini tidak mendidik masyarakat. Menurut saya, kalau pelaku tidak ditahan, ini bentuk penegakkan hukum yang buruk di Tanimbar.” ujarnya.

Wuritimur berharap, Polres Kepulauan Tanimbar harus berani menegakkan hukum dan tidak pandang bulu terhadap siapapun.

“Saran saya kepada pak Kapolres agar berani tegakkan hukum. Harus berikan rasa keadilan kepada masyarakat disana supaya ada jaminan keamanan,” pinta Wuritimur.

Sebelumnya, Minggu (18/4) dini hari, terjadi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap wartawan Nuansarealitanews.com, Blasius Naryemi (Kabiro Tanimbar) yang diduga dilakukan Kepala Dinas Perikanan Pemkab Kepulauan Tanimbar besama rekannya.

Kejadian itu terjadi di depan sebuah tempat hiburan (karaoke) di lokasi pasar Omele-Sifnana, Saumlaki. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Polres setempat.

Berita Menarik Lainnya