Siapkan Trailer Film Handaru, Roy Wijaya Recast Pemain

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Di tengah berbagai keterbatasan akibat pandemi, para kreator di Indonesia menghadapi banyak tantangan untuk tetap dapat melakukan produksi film. Karena perencanaan yang baik menjadi sangat penting agar sineas terus dapat berkarya.

Hal itu juga di rasakan Sutradara Roy Wijaya yang akan segera memproduksi Trailer Film dari adaptasi Novel karya Diantika Irma Ekawati atau biasa di sapa Diantika IE dengan judul Handaru (Lelaki Juga Punya Hati). Kata Roy, kuncinya adalah perencanaan.

Baca Juga

Bagaimana merencanakan sebuah produksi yang sesuai dengan kondisi saat ini dan protokol kesehatan, termasuk menentukan di mana lokasi shooting akan berlangsung serta kapan akan mulai produksi, dan lain sebagainya.

“Kita juga perlu melakukan kegiatan screening COVID-19 secara reguler ke seluruh kru dan pemain yang terlibat selama produksi,” kata Roy saat melakukan rivew para calon pemain Handaru di Rumah Makan Pawon Bambu Solo di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

Roy juga mengungkapkan bahwa berbagi pengalaman dengan rekan-rekan kreator lain yang telah melaksanakan produksi sebelumnya juga sangat penting.

“Dengan saling berbagi informasi, kita dapat mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan bagi kelangsungan produksi kita. Selain itu penting sekali memiliki kesamaan visi untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan, tetap menjaga jarak. Kita juga ada petugas kesehatan yang senantiasa mengingatkan kita untuk hal-hal tersebut selama proses produksi berlangsung,” ucapnya.

Apalagi saat ini, menurut Roy, berbagai kebijakan Badan Perfilman Indonesia (BPI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengeluarkan pedoman khusus bagi kreator lokal, terkait bagaimana mereka dapat melakukan produksi film, salah satunya adalah dengan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan dan rumah sakit lokal.

Pentingnya bangun kemampuan kreator lokal. Karena masuknya layanan streaming ke Indonesia telah secara positif mempengaruhi permintaan produksi.

“Terkait hal ini, Saya juga menyampaikan, bahwa membangun kapabilitas dan keterampilan kreator Indonesia masih menjadi tantangan besar, butuh bimbingan, kritik dan saran,” ungkapnya. (*)

Berita Menarik Lainnya