Miris, Gadis 13 Tahun di Makassar Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Tetangga

  • Whatsapp
Ilustrasi (Dok Istimewa).

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Gadis belia berinisial AP (13) yang diduga menjadi korban pemerkosaan di Kota Makassar belum lama ini, masih mengalami trauma mendalam.

Berdasarkan pantauan pengurus DPC Organisasi Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Kota Makassar Makassar, Jumat (26/3/2021), keluarga korban masih terus mencari keadilan bagi anaknya, ibu korban, Syamsia menuturkan bahwa dia tidak menyangka kalau anaknya telah diperkosa oleh anak tetangganya sendiri.

Baca Juga

Kondisi ekonomi dan rumah yang tak layak huni merupakan salah satu penyebab rawannya tindak kekerasan terhadap anak. Korban pemerkosaan AP adalah salah satu anak yang mengalami dampak tersebut.

AP menceritakan kronologis di malam kejadian, bermula (Oktober 2020) lalu, dari ajakan adik si terduga pelaku NF untuk bermalam di rumahnya, AP pun meminta izin ke ibunya untuk nginap di rumah tetangganya tersebut.

“Pada tengah malam sekira pukul 02.00 Wita, tiba – tiba tersangka inisial H melemparkan selimut dan tidur di belakang saya,” aku AP.

Lanjut diceritakan, tidak lama kemudian, H melancarkan serangannya ke AP dan mengancam untuk tidak ribut dan berteriak.

Awasko’ kalau ribut atau berteriakko, kupukulko,” tutur AP menirukan ucapan H.

Lalu, kata AP, H kemudian melucuti pakainnya dan melancarkan aksinya.

Setelah melakukan aksinya itu, H bergegas ke kamar mandi dan kembali ke AP lalu melemparkan uang Rp50 ribu dan kembali mengancam AP.

Janganko bilang-bilang, kalau bilangko kupukul dan kutendangko,” ancam H ke korban.

Setelah kejadian malam itu, korban menyembunyikan peristiwa itu dari siapa pun, termasuk keluarganya karena merasa terancam.

Kasus ini mulai terkuak setelah salah satu tetangga dari korban mencurigai si korban ada perubahan pada bentuk tubuhnya dan langsung memanggil Syamsiah untuk pergi memeriksa anaknya,

Alhasil, dari pemeriksaan RSIB ST Khadijah, anaknya dinyatakan sudah hamil empat bulan lebih (17/03/2021). Segala upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga korban, namun terus mendapat penolakan dari pihak keluarga H, termasuk mediasi yang dilakukan oleh ketua RW kelurahan setempat, namun hasilnya keluarga tersangka tetap ngotot kalau pelakunya bukan H.

Wakil Ketua DPC Kota Makassar, Asmawati menjelaskan, kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar pada  21 Maret 2021, dan ke Perlindungan Anak, keluarga korban juga sudah meminta bantuan pendampingan kepada DPC GSPI Kota Makassar dan DPD GSPI Sulsel untuk melakukan pendampingan hukum kepada korban sampai pelaku diberi sanksi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

“Kami harap semua pihak, semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan melaporkan jika menemukan kasus kekerasan anak terjadi,” tutur Asmawati di Makassar, Sabtu (27/3/2021).

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum DPD GSPI Sulsel, Masran Amiruddin menjelaskan, terkait kasus itu, secara kelembangaan maupun secara pribadi yakin akan dilakukannya proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut.

“Kami yakin pihak kepolisian dalam hal ini unit PPA Polrestabes Kota Makassar yang menangani kasus tersebut dapat mengungkap fakta-fakta hukumnya dan tentunya akan segera menemukan siapa tersangkanya,” kata dia.

Selain itu, Masran juga mengatakan bahwa pihaknya sebagai lembaga yang telah mendapat kuasa dari orangtua korban selalu siap untuk mendampingi korban dalam setiap proses hukum yang akan berjalan demi keadilan dan perlindungan bagi korban. (*)

Berita Menarik Lainnya