SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Teka-teki penyebab tercemarnya sungai Pangkajene atas tumpahan minyak (Solar) mulai terkuak. Penyebabnya tak lain atas aktivitas di PT Semen Tonasa.
Diketahui, pompa mesin solar milik PT Semen Tonasa mengalami kebocoran. Alhasil solar yang keluar merembes hingga tumpah ke hulu sungai Pangkajene dan menyebar sepanjang muara sungai.
Kebocoran pompa ini sendiri terjadi pada Jumat malam sekira pukul 22.45 Wita. Pihak teknisi perusahaan sendiri baru menutup kebocoran ini pada pukul 00.30 Wita, Sabtu dinihari, 7 Maret 2021.
Kapolres Pangkep, AKBP Endon Nurcahyo pun telah menurunkan tim untuk mengusut tuntas pencemaran lingkungan tersebut.
Pihaknya pun telah mengumpulkan bukti-bukti, baik berupa sampel air sungai, keterangan warga dan meninjau langsung lokasi kebocoran.
“Saat ini kami sedang mengumpulkan sampel di lapangan. Sampel-sampel ini kami uji labfor (Laboratorium Forensi). Terkait pihak terkait, kami masih dalam proses,” ujarnya singkat.
Secara terpisah, Ketua DPRD Pangkep, Haris Gani menyayangkan peristiwa tersebut. Dirinya pun mendesak pihak PT Semen Tonasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
“Ini persoalannya kenapa tumpahan solar itu bisa lari ke Sungai. Bagaimana dengan pengelolan limbah PT Semen Tonasa. Bagaimana AMDAL-nya,” ujar pria yang biasa disapa HG tersebut.
Politisi NasDem tersebut mengungkapkan bahwa sejauh ini di DPRD baru berembuk dengan anggota DPRD lainnya, guna membahas persoalan pencemaran lingkungan tersebut.
“Kita juga siapkan Tim. Hal ini tidak bisa didiamkan saja. Ini persoalan masyarakat, karena kejadian ini ternyata bukan pertama kalinya,” ujar dia.
Secara terpisah, Pihak PT Semen Tonasa pun membenarkan peristiwa ini. Melalui Kabiro Humas PT Semen Tonasa, Said Chalid menjelaskan bahwa kejadian tersebut telah diatasi oleh perusahaan.
“Kebocorannya sudah diatasi. Kita juga masih melakukan koordinasi baik perusahaan, pemerintah, masyarakat dan penegak hukum,” jelasnya. (*)


Tinggalkan Balasan