NN: Bupati Harus Evaluasi Kinerja Kadis Kesehatan dr Edwin Tomasoa

  • Whatsapp
Nick Ngelyaratan

SimpulRakyat.co.id, Tanimbar – Salah satu Aparatur Sipil Nagara (ASN) senior di Pemerintah Derah Provinsi Maluku, Nick Ngelyaratan (NN), meminta Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kesehatan KKT, dr Edwin Tomasoa.

Pasalnya, Tomasoa dinilai memberikan informasi keliru di media massa terkait status Bupati Petrus Fatlolon yang katanya positif Covid-19.

Baca Juga

“Kewibawaan KKT 1 adalah kewibawaan Pemda KKT, kewibawaan seluruh rakyat Tanimbar. Keterangan Kadis Kesehatan berindikator absurd (kabur), artinya tidak sesuai hasil swab, sesuai berita koran. Keterangan Bupati KKT bahwa tidak merasa terpapar corona ada pembenarannya lho, beliau yang merasakan secara fisik kuat atau sakit fisik, batuk-batuk, sesak panas, flu dan sebagainya, bukan orang lain yang rasakan sakit atau sehat,” kata NN kepada media ini, Jumat (8/1/2020).

Menurut dia, pembuktian terpapar atau tidaknya Bupati Petrus Fatlolon terhadap virus corona mesti dari hasil rapid antigen atau swab, namun sama sekali hasil tersebut tidak ada. Ini yang dianggap NN bahwa Tomasoa sengaja membuat pernyataan keliru untuk merusak wibawa Bupati Petrus Fatlolon.

“Ini jelas-jelas sepertinya KKT 1 dikerjain, dirusak wibawanya oleh stafnya sendiri kadis kesehatan yang lewati ambang etika birokrasi, terutama proporsional dan profesional kinerja. Olehnya itu, saya melihat kinerja ketua harian tim gugus Covid-19 KKT selama ini telah ikut merusak wibawa KKT 1,” ujar pria asal desa Lamdesar Timur itu.

Baca: Simpang Siur Kabar Bupati Petrus Fatlolon Positif Covid-19

NN menambahkan, bukan baru sekali hal-hal buruk diperlihatkan kepada masyarakat dalam penanganan Covid-19 di Tanimbar. Sudah sering kebijakan penanganan corona diprotes karena dianggap tidak manusiawi.

“Pertama, menurunkan penumpang yang pulang kampung tahun kemarin dengan crane/derek kapal, ini sungguh di luar unsur-unsur kemanusiaan. Dan sekarang sebagai narasumber pemberitaan koran Ameks Ambon, Bupati KKT terpapar Covid-19,” katanya.

Dia menduga, Bupati Petrus Fatlolon sengaja dihantam lawan-lawan politiknya melalui kadis Kesehatan KKT, dr Edwin Tomasoa, lewat pernyataannya di media masa.

“Dugaan kuat ini kadis kesehatan diatur oleh lawan-lawan politik untuk hancurkan dan kalahkan KKT yang ambisi maju dan menangkan periode kedua pilkada KKT di waktu mendatang.”

“Olehnya itu, mesti sudah saatnya KKT 1 evaluasi kinerja kadis kesehatan KKT dan diberi sangsi dicopot dari jabatan sama seperti pejabat lain yang dicopot jabatannya karena dinilai tak beri dukungan kinerja KKT 1,” tutup NN.

Berita Menarik Lainnya